Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Donald Trump Marah usai Zelens...

Donald Trump Marah usai Zelensky Tolak Akui Krimea Bagian Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlibat adu mulut dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (28/2/2025). Foto: Potongan video White House

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlibat adu mulut dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (28/2/2025). Foto: Potongan video White House

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengacaukan rencana perdamaian dengan Rusia. Donald Trump geram setelah Zelensky secara terbuka menyatakan bahwa pihaknya menolak untuk menyerahkan sekaligus mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.

Trump meluapkan kemarahannya itu dalam sebuah unggahan pada akun resminya di Truth Social, Rabu (23/4/2025).

"Zelensky membanggakan dirinya di halaman depan Wall Street Journal bahwa 'Ukraina tidak akan mengakui secara hukum pendudukan Krimea.' Ini merusak proses negosiasi damai dengan Rusia," kata Trump.

Baca Juga: Atas Desakan AS, Ukraina Sepakat Bikin Aman Laut Hitam

Trump merasa aneh dengan pernyataan Zelensky karena Krimea sudah dicaplok Rusia sejak 2014 ketika AS di bawah kepemimpinan Barack Obama. Seharusnya, Krimea bukan lagi poin penting bagi Ukraina.

Apalagi, selama bertahun-tahun sebelum dianeksasi, Krimea sudah menjadi pangkalan kapal selam utama Rusia.

"Mengapa Ukraina tidak memperjuangkannya sebelas tahun yang lalu ketika (Krimea)diserahkan ke Rusia tanpa melepaskan satu tembakan pun?"

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlibat adu mulut di Gedung Putih saat konferensi pers membahas perang Ukraina-Rusia. Ketegangan terjadi ketika Zelenskyy berencana menandatangani kesepakatan terkait ekonomi Ukraina. Akibat perdebatan itu, Trump… pic.twitter.com/Uiejfp6MNh

— Faktacom (@Faktacom_) March 1, 2025

Menurut Trump pernyataan Zelenskyy membuat perdamaian Rusia-Ukraina semakin sulit. Apalagi, tambah Trump, Zelensky tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan dan situasi di Ukraina saat ini sangat buruk.

"Dia bisa memilih perdamaian atau bertarung tiga tahun lagi (dengan Rusia) dan kehilangan seluruh negara," ujar Trump.

Baca Juga: Eropa Tolak Permintaan Putin Setop Bantuan Militer ke Ukraina

Sebelumnya, Zelensky secara terbuka menolak mengakui secara hukum bahwa Krimea menjadi wilayah di bawah kekuasaan Rusia. Berarti, Zelensky menolak salah satu poin dalam proposal perdamaian Rusia-Ukraian yang ajukan AS.

"Ukraina tidak akan secara hukum mengakui pendudukan Krimea. Ini bertentangan dengan konstitusi kami. Tidak mungkin," ujar Zelensky dalam sebuah video yang bocor di media sosial, dan dikutip juga di Wall Street Journal. (Truth Social/WSJ)

Bagikan:
volodymyr zelenskyydonald trumpAS-Ukraina Hubungan AS-Rusiaperang ukraina-rusia
ADS

Update News

Trending