Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Indonesia Bantah Isu Rusia Mau...

Indonesia Bantah Isu Rusia Mau Bikin Pangkalan Militer di Papua

Titik lokasi yang diisukan menjadi pangkalan militer Rusia di Papua. Gambar: Istimewa

Titik lokasi yang diisukan menjadi pangkalan militer Rusia di Papua. Gambar: Istimewa

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Indonesia membantah isu yang menyebut Rusia akan membangun pangkalan militer di Papua. Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menegaskan tidak akan pernah mengizinkan pembangunan pangkalan militer asing untuk tujuan apapun di wilayah NKRI.

“Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara manapun untuk membangun atau memiliki pangkalan militer di Indonesia,” menurut Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Walau demikian, komitmen tersebut bukan berarti Indonesia mulai membatasi kerja sama militernya karena Indoneisa akan tetap “menerima dan mengizinkan pesawat atau kapal militer negara lain dalam misi damai untuk berkunjung,” kata Jubir Kemlu.

Baca Juga: Wakil PM Rusia Undang Prabowo ke Moskow Tingkatkan Kerja Sama

Misi damai tersebut tetap akan diterima karena selaras dengan tradisi politik luar negeri nasional yang berdasarkan pada nilai bebas-aktif, kata sang jubir.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa kerja sama militer antara Indonesia dengan negara asing tidak akan merambah pada pembinaan pangkalan militer asing di Tanah Air.

“Selama ini tidak pernah ada ya, kalau kerja sama dan latihan militer bersama baru banyak,” kata Havas di Jakarta, Rabu, saat menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan penempatan aset militer asing di Indonesia saat ditemui pada agenda peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika oleh CSIS Indonesia.

Baca Juga: Butuh Rp13 Ribu Triliun, RI juga Butuh Investasi dari Rusia

Kepala Biro Informasi Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas juga menepis adanya permintaan penggunaan pangkalan militer RI oleh militer asing. Apalagi, ucapnya, hal tersebut akan kontraproduktif dengan kepentingan nasional.

Sebelumnya muncul pemberitaan media internasional yang menyampaikan bahwa Federasi Rusia mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadikan Lanud Manuhua di Biak, Papua, sebagai lokasi pangkalan bagi pesawat-pesawat militer Rusia.

Baca Juga: Rusia Mau Perluas Perdagangan dengan RI, Bukan cuma BBM & CPO

Menurut laporan media tersebut, permintaan itu disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan RI dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari 2025, dengan maksud menempatkan pesawat-pesawat jarak jauh milik Russian Aerospace Forces (VKS) di Lanud Manuhua, yang berbagi landasan pacu dengan Bandara Frans Kaisiepo.

Menurut Sputnik, laporan itu sempat membuat otoritas Australia panik, lantaran isu pangkalan akan dibangun di Papua. Menurut laporan media Australia, pihak otoritas Australia di Canberra pun disinyalir “menberikan peringatan kepada Indonesia.”

Media AS melaporkan pangkalan itu akan dibangun di Papua yang hanya berjarak 1.300 km di utara pangkalan Korps Marinir AS di Darwin, Australia. (ANT/Sputnik)

Baca Juga: Rusia Dorong RI Gunakan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan Global
Bagikan:
Indonesia-RusiaIsu Pangkalan Militer RusiaIndonesia-Australiapapuamiliter
Loading...
ADS

Update News

Trending