Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Rusia Mau Perluas Perdagangan ...

Rusia Mau Perluas Perdagangan dengan RI, Bukan cuma BBM & CPO

Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Alexey Gruzdev berbicara dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia di Jakarta pada 14 April 2025. (ANTARA/Cindy Frishanti)

Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Alexey Gruzdev berbicara dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia di Jakarta pada 14 April 2025. (ANTARA/Cindy Frishanti)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Rusia siap meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia. Peningkatan kerja sama, terutama perdagangan, akan diperluas tidak hanya produk tertentu seperti bahan bakar dan energi maupun minyak sawit (CPO).

Komitmen itu disampaikan langsung Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Alexey Gruzdev dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (14/4/2025).

Menurut Gruzdev, perdagangan Indonesia-Rusia masih terfokus satu dua produk. Contohnya, Rusia masih fokus mengekspor bahan bakar dan energi seperti minyak mentah. Sementara ekspor Indonesia ke Rusia masih didominasi produk agroindustri seperti minyak sawit, minyak kelapa, mentega, dan kakao.

“Pasokan minyak sawit dari Indonesia merupakan komoditas utama, lebih dari 90 persen minyak sawit yang dikirim ke Rusia berasal dari Indonesia. Bisa dikatakan bahwa sawit merupakan vektor strategis kerja sama kita,” kata Gruzdev.

Baca Juga: Tengok Jejak Maritim Indonesia-Rusia di Pameran Museum Bahari

Meski belum beragam, Wamen Industri dan Perdagangan Rusia itu mengatakan perdagangan komoditas-komoditas itu bisa menjadi bekal untuk memperluas kerja sama bilateral antara Rusia dan Indonesia.

Rusia, kata Gruzdev, kini tertarik untuk menjajaki potensi kerja sama di bidang farmasi, pariwisata, hingga pembuatan kapal penumpang. Rusia juga akan menawarkan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dan aplikasi non-energi dari teknologi nuklir kepada Indonesia.

Rusia juga sedang membahas opsi untuk membangun dan mengembangkan jaringan koresponden dan membangun rute pengiriman kargo baru. “Perusahaan logistik Rusia menunjukkan minat untuk meluncurkan jalur baru, termasuk pengembangan kontainer infrastruktur pelabuhan,” katanya.

Selain itu, Rusia juga siap menawarkan kerja sama dalam pengembangan teknologi informasi dan digital seperti perangkat lunak industri, solusi digital untuk sistem navigasi, kartografi, dan mesin pencarian di dunia maya.

“Kami dengan senang hati menawarkan semua ini ke pasar Indonesia,” kata dia.

Baca Juga: Saudi Kirim Bandar Al-Khorayef Incar Tambang Mineral Indonesia

Sebagai tambahan, forum bisnis di Hotel Raffles, Jakarta, itu digelar dengan melibatkan langsung Pusat Ekspor Rusia (REC). Forum yang digelar bareng Kamar Dagang Indonesia (KADIN) itu mempertemukan lebih dari 30 perusahaan Rusia dari berbagai sektor dengan jawatan bisnis di Indonesia.

Direktur Jenderal REC, Veronika Nikishina, mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling menjanjikan. Terlebih, Indonesia terus tumbuh dalam percaturan ekonomi global, negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, dan anggota baru BRICS.

Selain memperat hubungan dagang, forum bisnis Rusia-RI tahun ini juga menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia.

Bagikan:
Indonesia-RusiaHubungan BilateralEkspor-Imporperdagangan bilateral
Loading...
ADS

Trending

Update News