Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Uni Eropa Siap Tinggalkan AS, Jajaki Indonesia, India, China

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Komisioner Uni Eropa, Ursula von der Leyen. Ilustrasi foto: Istimewa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Komisioner Uni Eropa, Ursula von der Leyen. Ilustrasi foto: Istimewa

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Uni Eropa (EU) menjajaki penguatan hubungan dagang dengan Indonesia dan beberapa negara lain di Asia untuk merespons pemberlakuan tarif impor oleh Amerika Serikat. Langkah itu menjadi salah satu strategi yang akan dilakukan EU selain menempuh jalur negosiasi dengan AS.

Penguatan hubungan dagang itu diungkapkan Komisaris Uni Eropa untuk Keamanan Perdagangan dan Ekonomi, Maros Sefcovic, dalam konferensi pers usai menghadiri rapat darurat Dewan Perdagangan Luar Negeri EU di Brussels, Belgia, Senin (7/4/2025).

Selain dengan Indonesia, Uni Eropa juga akan meningkatkan hubungan perdagangan dengan India, Thailand, Filipina, dan negara-negara Teluk. Para negosiator EU juga akan dimintai masukan untuk mempercepat pembahasan soal perdagangan bebas dengan negara-negara tersebut.

Baca Juga: Indonesia Sambut Niat Kerja Sama Uni Eropa, tapi Harus Adil

Menurut Sefcovic, tarif impor AS saat ini berdampak pada produk ekspor EU senilai 380 miliar euro (sekitar Rp6.584 triliun), atau sekitar 70 persen dari total nilai ekspor, dengan besaran tarif 20–25 persen.

“Situasi perdagangan dengan AS, mitra terpenting kami, saat ini berada pada i titik kritis,” kata Sefcovic.

Dia menambahkan bahwa EU berupaya memulai pembicaraan secara terbuka dan jujur dengan pemerintah AS. EU telah mengajukan tawaran yang signifikan untuk menghapus tarif atas mobil dan semua produk industri.

“EU tetap terbuka dan lebih memilih negosiasi, tetapi kami tak akan menunggu selamanya tanpa adanya kemajuan yang berarti,” tambahnya.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor memicu kecaman global dari berbagai pemimpin dunia. Kanada, China, Uni Eropa, Inggris, dan Australia menilai kebijakan ini merusak stabilitas perdagangan dan siap membalas atau menegosiasikan ulang. Para ahli ekonomi… pic.twitter.com/5L0NJFISQ1

— Faktacom (@Faktacom_) April 6, 2025

Sampai kemajuan itu terlihat, EU akan menjalankan tiga strategi, yang salah satunya adalah memperkuat perdagangan dengan kawasan lain, termasuk Indonesia.

Strategi lainnya adalah mempertahankan kepentingan EU dengan tindakan balasan. Sefcovic memastikan Komisi Eropa telah mengkaji masukan soal tarif balasan dari negara-negara anggota dan lebih dari 660 pemangku kepentingan lainnya.

Daftar tarif balasan itu akan disampaikan ke negara-negara anggota EU untuk diputuskan pada 9 April, Jika disahkan, tarif-tarif balasan itu akan diberlakukan dalam dua tahap pada 15 April dan 15 Mei.

Baca Juga: Uni Eropa Terapkan Tarif Balasan bagi AS, Trump Siap Balas Lagi

Sefcovic juga menegaskan bahwa EU tetap berkomitmen pada sistem perdagangan dunia meski AS menarik diri dari sebagian mekanismenya.

“EU menyumbang 13 persen dari perdagangan dunia. Prioritas kami, dan juga seluruh bagian WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), adalah melindungi 87 persen lainnya dan memastikan sistem niaga dunia tetap berlaku bagi kita semua,” kata dia.

China menentang keras ancaman tarif tambahan 50 persen yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan menyatakan siap menghadapi perang dagang hingga akhir. Beijing menyebut langkah Trump sebagai bentuk intimidasi dan pemerasan ekonomi terhadap China. Ketegangan meningkat usai… pic.twitter.com/Oaq2UFr8WZ

— Faktacom (@Faktacom_) April 8, 2025

Seimbangkan Perdagangan dengan China

Sefcovic juga membahas hasil kunjungannya baru-baru ini ke Beijing, China, yang difokuskan pada upaya menyeimbangkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara itu.

Sejumlah isu yang dibahas selama kunjungannya mencakup kelebihan kapasitas produksi, subsidi yang tidak adil, dan halangan akses pasar yang dialami produk Eropa.

EU juga menyampaikan kekhawatiran terhadap investasi China di sektor kendaraan listrik (EV) Eropa dan membahas cara memperkuat inovasi lokal.

Baca Juga: China Balas Tarif bagi AS, Trump Ancam Tambah Tarif 50 Persen

Sefcovic menyatakan bahwa negosiasi tentang bea cukai menjadi langkah kunci dalam penguatan kerja sama mengingat 91 persen produk yang dipasarkan secara daring di kawasan Uni Eropa berasal dari China.

“Saya percaya hal itu menjadi langkah penting pertama untuk memastikan hubungan kita dengan China berada di jalur yang tepat,” kata dia. (Anadolu/ANT)

Bagikan:
Indonesia-Uni EropaAS-Uni Eropakebijakan tarif Trumpperang dagangtarif resiprokaltarif dagangtarif impor
Loading...
ADS

Trending

Update News

  1. Home
  2. pangea
  3. Uni Eropa Siap Tinggalkan AS, ...