Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. 250 Ribu Warga AS Unjuk Rasa P...

250 Ribu Warga AS Unjuk Rasa Protes Kebijakan Trump

Unjuk rasa pada Sabtu hingga Minggu (5-6/4/2025) diberi tajuk 'Hands Off!' atau 'Jangan Ganggu' di 1.200 lokasi di 50 negara bagian AS. Foto: Istimewa.

Unjuk rasa pada Sabtu hingga Minggu (5-6/4/2025) diberi tajuk 'Hands Off!' atau 'Jangan Ganggu' di 1.200 lokasi di 50 negara bagian AS. Foto: Istimewa.

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Sebanyak kurang lebih 250 ribu warga Amerika Serikat menggelar unjuk rasa untuk menentang kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE), Elon Musk, Sabtu (5/4/2025) hingga Minggu.

Unjuk rasa itu diberi tajuk 'Hands Off!' atau 'Jangan Ganggu' yang diselenggarakan di lebih dari 1.200 lokasi di 50 negara bagian AS.

Pengunjukrasa memprotes kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam berbagai sektor, terutama perampingan pemerintahan oleh Elon Musk. Demonstran juga memprotes kebijakan aneh Trump yang melanggar HAM seperti soal gender, soal Palestina, dan kebijakan ekonomi yang makin memperburuk keadaan.

Baca Juga: The Fed: Tarif Dagang Trump Berpotensi Picu Inflasi Tinggi di AS

Reporter Aljazeera, Mike Hanna, mengatakan protes warga sebagian besar soal ketidakpuasan terhadap tindakan eksekutif pemerintahan Trump dan pemotongan anggaran maupun departemen yang dipimpin oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) adalah milik Musk.

“Hal ini menjadi salah satu Demonstrasi terbesar yang kami lihat sejak Trump memulai masa jabatan keduanya, ini juga mencerminkan adanya frustasi di kalangan warga Amerika,” ujar Hanna.

MASSIVE Anti-Trump uprising in NYC!! #HandsOff pic.twitter.com/Gb91kaPTKr

— Our Revolution (@OurRevolution) April 5, 2025

Tak hanya berpusat di Washington DC, warga pun berunjuk rasa di Chicago, New York, San Diego, Portland, dan kota besar lainnya. Warga berunjukrasa sambal menunjukkan berbagai spanduk yang dibentangkan.

Tak hanya di AS, protes anti-Trump juga digaungkan di seluruh dunia. Warga AS di luar negeri dan warga lokal juga berkumpul di kota-kota seperti Berlin, Frankfurt, Paris, maupun London.

Di Paris, sekitar 200 demonstran, dan sebagian besar warga Amerika berkumpul di Place de la Republique. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Lawan Tirani."

Baca Juga: Lucunya Trump, Israel Kena Tarif 17 Persen, Lebih Besar dari Iran

Tak hanya soal kebijakan domestik AS, warga juga memprotes adanya kebijakan tidak adil Trump terhadap kelompok Pro-Palestina di AS. Terlebih, beberapa waktu belakangan, Trump menangkap, mengeluarkan, dan mendeportasi warga asing yang bermukim secara legal di AS gara-gara mendukung Palestina.

Warga pro-Palestina juga memprotes dukungan pemerintahan AS terhadap aksi militer baru Israel di Gaza yang membuat warga Palestina menderita.

Menanggapi protes itu, pemerintahan Trump menegaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkan sejatinya untuk melindungi warga AS. Pihak Trump pun menuduh partai Demokrat selama ini telah menyusahkan masyarakat AS.

“Posisi Trump jelas, ia akan melindungi jaminan sosial, medicare dan medicaid untuk seluruh penerima dan juga pemenuh syarat. Sementara iru partai Demokrat telah memberikan adanya kesusahan bagi masyarakat lansia Amerika. (Euronews/Aljazeera)

Bagikan:
demonstrasi masyarakatunjuk rasadonald trumpamerika serikatelon musk
Loading...
ADS

Update News

Trending