Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Selamatkan 1 Desa di Korsel dari Kebakaran Hutan

Ilustrasi. Seorang WNI jadi pahlawan usai menggendong lansia di Korsel menjauh dari kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Seno/tom)

Ilustrasi. Seorang WNI jadi pahlawan usai menggendong lansia di Korsel menjauh dari kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Seno/tom)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Sugianto, seorang nelayan asal Indonesia, menjadi pahlawan bagi warga desa di Yeongdeok County, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Ia pun dianugerahi perpanjangan izin tinggal.

Sugianto dan kepala komunitas nelayan desa, Yoo Myung-sin, mulanya mengetuk pintu tetangga mereka untuk memperingatkan mereka agar segera mengungsi.

Ketika itu, Selasa (25/3/2025), kebakaran hutan yang bermula di Kabupaten Uiseong mencapai Kabupaten Yeongdeok sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Korea Selatan sudah Tewaskan 24 Orang

Desa pesisir tempat mereka tinggal berada di wilayah berbukit. Ini menyulitkan para lansia untuk segera keluar dari area berbahaya. Dengan sigap, Sugianto dan Yoo menggendong para lansia ke tempat yang lebih aman, yaitu tanggul laut yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman.

“Yang saya pikirkan adalah saya harus segera menyelamatkan para nenek dan warga,” kata sugianto, dikutip dari situs Korea Joongang Daily, Rabu (2/4/2025).

Sugianto mengaku tidak bisa mengingat seberapa jauh dirinya berlari di tengah desa bersama Yoo. Dia merasa ketakutan saat melihat sebuah toko dilalap api saat masih menggendong seorang nenek di punggungnya. Nenek tersebut terbangun setelah mendengar teriakan.

Seorang warga Yeongdeok County yang berusia 90-an menyatakan bahwa nyawa mereka mungkin tidak terselamatkan jika bukan karena aksi heroik Sugianto.

View this post on Instagram

A post shared by The Korea JoongAng Daily (@koreajoongangdaily_official)

"Saya tertidur saat menonton TV, tetapi saya terbangun karena mendengar suara teriakan keras di luar soal kebakaran hutan," ucap warga tersebut, dikutip dari media lokal News1.

"Ketika saya melihat ke luar pintu, Sugianto ada di sana, dan saya berhasil keluar dari rumah."

Sugianto sudah tinggal di Korea Selatan selama delapan tahun dengan visa kerja dan fasih berbahasa korea. Dia memiliki seorang putra berusia lima tahun dan istri yang tinggal di Indonesia, serta berencana kembali ke tanah air dalam tiga tahun mendatang.

“Saya sangat menyukai Korea. Terutama, penduduk desa yang sudah seperti keluarga,” kata Sugianto, sambil menambahkan bahwa istrinya bangga padanya usai dirinya mengabarkan aksi terbarunya itu.

Baca Juga: Ekspresi Kecewa via #KaburAjaDulu dan Tudingan Tak Nasionalis

Para warga desa pun memuji keberanian Sugianto dan Yoo. Banyak yang berharap dapat terus hidup berdampingan dan bekerja dengan sosok muda yang bertanggung jawab seperti dirinya.

Berkat upayanya, sekitar 60 warga dapat dievakuasi dengan selamat ke tanggul laut saat kebakaran melanda.

Dikutip dari laman AJP News Agency, Rabu (2/4/2025), Kementerian Kehakiman Korea Selatan mengumumkan, Senin (31/3/2025), tengah meninjau kemungkinan pemberian izin tinggal jangka panjang kepada Sugianto.

Kementerian menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan pemberian visa F-2, yang memungkinkan seseorang untuk tinggal dalam jangka panjang di Korea Selatan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi luar biasa terhadap negara.

Kementerian Kehakiman menegaskan bahwa Sugianto sedang dipertimbangkan untuk mendapatkan status tinggal jangka panjang sebagai bentuk pengakuan atas jasanya.

“Status tinggal jangka panjang diberikan oleh Menteri Kehakiman kepada individu yang telah memberikan kontribusi khusus kepada Republik Korea atau mempromosikan kepentingan umum,” kata dia.

Kementerian juga berupaya membantu warga asing di wilayah yang ditetapkan sebagai zona bencana khusus akibat kebakaran itu dengan membebaskan mereka dari biaya terkait imigrasi, termasuk perpanjangan visa dan pengajuan kewarganegaraan, hingga 30 April.

Wilayah-wilayah khusus itu, mengutip Korea Herald, antara lain Uiseong, Andong, Cheongsong, Yeongyang, dan Yeongdeok, di Provinsi Gyeongsang Utara; Sancheong, Hadong di Provinsi Gyeongsang Selatan; dan Ulju di Ulsan.

Baca Juga: Sinkhole Bersemi Lagi di Musim Semi Korea Selatan

Kementerian juga berjanji membantu pekerja asing musiman yang tidak dapat melanjutkan bekerja karena kebakaran untuk pindah ke perkebunan lain.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding pun turut memuji aksi heroik yang dilakukan Sugianto itu.

Menurutnya, tindakan Sugianto mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi serta menunjukkan bahwa dia adalah duta bangsa yang sejati.

"Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia dengan aksi heroik dan menyelamatkan para lansia di Korea Selatan," kata Karding, Rabu (2/4/2025), dikutip dari Antara. (ANT/Korea Herald/AJP News Agency/Korea Joongang Daily/Kiki Annisa Fadilah)

Bagikan:
wnikebakaran hutankarhutlaKorselkaburajadulu#KaburAjaDulu
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. pangea
  3. Kisah Heroik Sugianto, WNI yan...

Bahlil Lahadalia sindir nasionalisme WNI pindah kewarganegaraan

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Bahlil Lahadalia, saat mejabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, menyinggung nasionalisme WNI yang jadi WN Singapura, Juli 2023. (YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)

Trending