Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Kemenlu Bantah Ada Rencana Pem...

Kemenlu Bantah Ada Rencana Pemindahan Warga Gaza ke RI

Warga Gaza berbondong-bondong ke jalan merayakan dimulainya gencatan senjata antaran Israel dan Hamas, Minggu (19/1/2025). Foto: Times of Gaza

Warga Gaza berbondong-bondong ke jalan merayakan dimulainya gencatan senjata antaran Israel dan Hamas, Minggu (19/1/2025). Foto: Times of Gaza

Google News Image


FAKTA.COM, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan tidak ada perjanjian atau pembicaraan apapun mengenai isu adanya pemindahan warga Gaza ke Indonesia. Penegasan itu diungkap Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (27/3/2025).

"Pemerintah Indonesia tidak pernah membahas dengan pihak mana pun atau mendengar informasi tentang rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia yang disebut oleh beberapa media asing," kata Soemirat.

Saat ini, Indonesia lebih berfokus mendorong terwujudnya gencatan senjata tahap kedua, masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan memastikan rekonstruksi wilayah itu segera dimulai, kata Roy — panggilan Rolliansyah.

Baca Juga: Pertama Kali, Jepang akan Rawat Warga Palestina dari Gaza

Dia menyatakan hal itu untuk menanggapi laporan media asing bahwa sekitar 100 warga Gaza akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk bekerja di sektor konstruksi sebagai bagian dari percontohan migrasi sukarela.

Laporan itu menyebutkan bahwa inisiatif tersebut diawasi oleh COGAT (Coordinator of Government Activities in the Territories), badan militer Israel yang menangani koordinasi kebijakan sipil dan kemanusiaan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Disebutkan pula, jika percontohan migrasi sukarela itu berhasil, maka tanggung jawab atas program tersebut akan dialihkan ke urusan migrasi Israel yang dibentuk oleh kepala pertahanan Israel, Israel Katz.

Baca Juga: Jerman Kecam Israel yang Ancam Hancurkan Total Jalur Gaza

Laporan itu juga menyebutkan bahwa percontohan itu bertujuan untuk menunjukkan kelayakan migrasi sukarela dan mendorong ribuan warga Gaza untuk mengambil pekerjaan konstruksi di Indonesia.

Meski hukum internasional mengizinkan mereka kembali ke Gaza setelah bekerja, tujuan besarnya adalah memfasilitasi migrasi jangka panjang, sesuai kerja sama dengan Indonesia, menurut laporan tersebut. (ANT)

Bagikan:
indonesia-palestinarekonstruksi jalur gazajalur gazaBantuan untuk Palestinakonflik palestina-israelperang palestina-israel
ADS

Update News

Trending