Serangan Israel sudah Tewaskan 2 Pejabat Tinggi Hamas

Pesawat tempur Israel kembali menyerang Gaza dengan bom, Senin (17/3/2025) malam hingga Selasa saat waktu sahur di Palestina. Foto: Palestine Now
FAKTA.COM, Jakarta - Seorang anggota Biro Politik Palestina, Hamas, Ismail Barhoum, tewas dalam serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Minggu (23/3/2025).
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa kompleks medis Nasser di Jalur Gaza diserang tentara Israel. Saat serangan terjadi, terdapat pasien yang terluka serta tenaga medis di dalam gedung. Menurut laporan stasiun televisi Al-Aqsa, sedikitnya lima orang tewas dalam insiden itu.
"Gerakan Perlawanan Islam Hamas menghormati dan mengenang syahid, saudara kami Ismail Barhoum, anggota biro politik gerakan ini di Gaza," demikian pernyataan Hamas.
Dalam pernyataan itu disebutkan juga bahwa Barhoum tewas akibat serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser, tempat ia tengah menjalani perawatan.
Pada Sabtu, anggota lain dari Biro Politik Hamas, Salah al-Bardaweel, juga tewas dalam serangan Israel. Istrinya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Sejak awal pekan lalu, Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza setelah gencatan senjata selama hampir dua bulan berakhir.
Prime Minister Benjamin Netanyahu, this evening:
— Prime Minister of Israel (@IsraeliPM) March 18, 2025
“Hamas is responsible for this war.
It invaded our towns, murdered our people, raped our women and kidnapped our loved ones.
Hamas refused offer after offer to release our hostages.https://t.co/9uFyUkWvhy pic.twitter.com/NFOFtfjpJB
Para pejabat tinggi Israel menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan perang diambil karena Hamas menolak rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan sandera Israel.
Kepemimpinan Israel secara berulang menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima keberadaan Hamas di Jalur Gaza dalam bentuk apa pun.
Di sisi lain, pihak Palestina menuduh Israel tidak mematuhi kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dan menolak negosiasi untuk mengakhiri perang serta menarik pasukannya dari wilayah Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pers, juru bicara Hamas, Abdul Latif al-Qanou, mengatakan pihaknya tidak menolak proposal yang diajukan oleh AS, tetapi justru Netanyahu yang ingin memulai kembali perang untuk menggagalkan kesepakatan.
Ia mengatakan Israel telah memperketat blokade dengan menutup perlintasan, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, dan menolak memasuki tahap kedua negosiasi, lalu ingin membatalkan kesepakatan dan meningkatkan konflik.
"Hamas berkomitmen untuk mempertahankan kesepakatan dan akan terus terlibat secara fleksibel dengan para mediator untuk mencegah agresi lebih lanjut terhadap rakyat Palestina dan meminta pertanggungjawaban pendudukan atas kewajibannya," katanya. (Anadolu/Aljazeera/ANT)













