Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Israel Mulai Serang Jalur Gaza...

Israel Mulai Serang Jalur Gaza Lewat Operasi Darat

Tank baja Israel dikerahkan ke Gaza, Palestina. Foto: X.com/@IDF

Tank baja Israel dikerahkan ke Gaza, Palestina. Foto: X.com/@IDF

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Tentara Israel melancarkan serangan darat di Jalur Gaza utara dan selatan, sejak Kamis (20/3/2025). Israel mengklaim operasi darat dimulai untuk memperluas zona penyangga di Gaza tengah.

Para tantara Israel pun mulai melarang warga Palestina bepergian melalui Jalan Salah al-Din, rute yang ditetapkan untuk jalur aman antara Gaza utara dan selatan.

"Tentara telah memperluas kegiatan militer di Jalur Gaza selatan, sambil melanjutkan operasi di bagian utara dan tengah Jalur tersebut," tambah pernyataan militer Israel.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Serangan Baru ke Gaza: Ini Provokasi Israel!

Israel juga mengklaim pasukannya menyerang infrastruktur Hamas di Beit Lahia sebelum dimulainya serangan darat.

"Dalam beberapa jam terakhir, pasukan kami telah memulai operasi darat di lingkungan Shaboura di Rafah, menghancurkan beberapa target infrastruktur," bunyi pernyataan tanpa menjelaskan tujuan serangan darat di Rafah.

Operasi darat diluncurkan setelah Israel kembali menyerang berbagai wilayah di Jalur Gaza, Selasa (18/3/2025) dini hari. Serangan terjadi di Kota Gaza, Khan Younis, hingga Rafah. Lebih dari 700 warga Palestina tewas dan lebih dari 900 lainnya cedera akibat serangan udara itu.

⭕️ IDF troops began targeted ground activities in central and southern Gaza, over the past day, in order to expand the security zone and to create a partial buffer between northern and southern Gaza. As part of the ground activities, the troops expanded their control further to… pic.twitter.com/TI4068LAJd

— Israel Defense Forces (@IDF) March 19, 2025

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengatakan telah menginstruksikan militer untuk mengambil tindakan keras terhadap Hamas di Gaza. Netanyahu menuduh Hamas karena menolak membebaskan tawanan dan tidak menyetujui gencatan senjata usulan AS dan Israel.

"Israel, mulai sekarang, akan bertindak terhadap Hamas dengan meningkatkan kekuatan militer," kata Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera.

Baca Juga: AS Akui Israel Konsultasi sebelum Bombardir Lagi Gaza

Israel pun dilaporkan berkonsultasi terlebih dulu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelum meluncurkan serangan terbaru mereka di Gaza itu. Adanya konsultasi itu diamini Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

"Seperti yang telah dijelaskan oleh Presiden Trump; Hamas, Houthi, Iran – semua pihak yang berusaha meneror bukan hanya Israel tetapi AS – akan melihat harga yang harus dibayar, dan semua kekacauan akan terjadi," kata Leavitt kepada Fox News.

Menurut Leavitt, AS akan terus menekan Houthi, Hizbullah, Hamas, dan proksi teror yang didukung Iran untuk menanggapi permintaan Trump dengan sangat serius.

Baca Juga: AS Temui Hamas: Kelompok itu tidak Boleh Ada di Gaza

Bukan cuma Israel, pihak AS juga menyalahkan sikap Hamas terhadap usulan gencatan senjata yang melanjutkan tahap pertama dan pembebasan lebih banyak warga Israel yang disandera.

"Hamas bisa saja membebaskan sandera untuk memperpanjang gencatan senjata, tetapi malah memilih penolakan dan perang," kata Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Brian Hughes, kepada Axios, Senin (17/3). (IDF/The Times of Israel/Anadolu/Aljazeera/ANT)

Bagikan:
konflik palestina-israelperang palestina-israelIDFjalur gazaHamas
Loading...
ADS

Update News

Trending