Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. AS Akui Israel Konsultasi sebe...

AS Akui Israel Konsultasi sebelum Bombardir Lagi Gaza

PM Israel, Benjamin Netanyahu, diterima Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih, 5 Februari 2025. Foto: X.com/@IsraeliPM

PM Israel, Benjamin Netanyahu, diterima Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih, 5 Februari 2025. Foto: X.com/@IsraeliPM

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Amerika Serikat mengakui jika Israel berkonsultasi terlebih dahulu dengan Washington sebelum serangan udara terbarunya di Jalur Gaza, Selasa (18/3/2025) dinihari. Pengakuan itu diungkapkan Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada Fox News, Senin waktu AS.

“Pemerintah Trump dan Gedung Putih telah dikonsultasikan oleh pihak Israel mengenai serangan mereka di Gaza malam ini," kata Leavitt.

Menurut Leavitt, AS akan terus menekan Houthi, Hizbullah, Hamas, dan proksi teror yang didukung Iran untuk menanggapi permintaan Trump dengan sangat serius.

"Seperti yang telah dijelaskan oleh Presiden (Donald) Trump: Hamas, Houthi, Iran, dan semua pihak yang berusaha meneror tidak hanya Israel, tetapi juga Amerika Serikat, akan menghadapi konsekuensi,” kata Leavitt.

“Segala sesuatu akan menjadi sangat kacau," tambahnya.

Baca Juga: AS Temui Hamas: Kelompok itu tidak Boleh Ada di Gaza

Bukan cuma Israel, pihak AS juga menyalahkan sikap Hamas terhadap usulan gencatan senjata yang melanjutkan tahap pertama dan pembebasan lebih banyak warga Israel yang disandera.

"Hamas bisa saja membebaskan sandera untuk memperpanjang gencatan senjata, tetapi malah memilih penolakan dan perang," kata Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Brian Hughes, kepada Axios, Senin (17/3).

Pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza pada Senin (17/3/2025) malam, menghantam Kota Gaza, Khan Younis, dan Rafah, menewaskan hampir 100 warga Palestina. PM Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim serangan ini sebagai respons terhadap penolakan Hamas membebaskan tawanan dan… pic.twitter.com/mhGeefw8RS

— Faktacom (@Faktacom_) March 18, 2025

Pernyataan tersebut muncul setelah militer Israel mengatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara di Gaza. Ini merupakan serangan terbesar sejak gencatan senjata dengan kelompok Palestina Hamas berlaku pada 19 Januari.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengatakan telah menginstruksikan militer untuk mengambil tindakan keras terhadap Hamas di Gaza. Netanyahu menuduh Hamas karena menolak membebaskan tawanan dan tidak menyetujui gencatan senjata usulan AS dan Israel.

"Israel, mulai sekarang, akan bertindak terhadap Hamas dengan meningkatkan kekuatan militer," kata Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera.

Baca Juga: Israel Serang Gaza, Tewaskan 200 Orang, Gencatan Senjata Selesai?

Serangan terjadi di Kota Gaza, Khan Younis, hingga Rafah. Mengutip sumber di Kementerian Kesehatan Gaza, Aljazeera melaporkan hampir 100 warga Palestina wafat akibat serangan tersebut.

Namun, saat berita ini diunggah, Aljazeera, Reuters, hingga Axios menyebutkan bahwa jumlah kematian sudah mencapai 200 orang, menurut sejumlah sumber di Gaza. (Aljazeera/Reuters/Axios/Fox News)

Bagikan:
konflik palestina-israelperang palestina-israelKonflik AS-IranHamasdonald trumpbenjamin netanyahu
Loading...
ADS

Update News

Trending