Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Politik Israel Bergolak, Netan...

Politik Israel Bergolak, Netanyahu akan Pecat Direktur Shin Bet

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (kiri) dan Direktur Shin Bet, Ronen Bar (kanan), pada 4 April 2023. (Kobi Gideon/GPO/File via The Time of Israel)

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (kiri) dan Direktur Shin Bet, Ronen Bar (kanan), pada 4 April 2023. (Kobi Gideon/GPO/File via The Time of Israel)

Google News Image


FAKTA.COM, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan akan memecat Direktur Shin Bet (Badan Intelijen Dalam Negeri), Ronen Bar. Keputusan ini dipicu oleh ketidakpercayaan Netanyahu terhadap Ronen Bar ketika menjabat Shin Bet.

Netanyahu menuding Ronen Bar bertanggung jawab atas kegagalan Shin Bet mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel dan menyebabkan 251 orang disandera Hamas.

Pada Minggu (16/3/2025), Netanyahu mengungkapkan akan mengajukan pemungutan suara dalam kabinetnya pada Rabu (19/3/2025) untuk memecat Ronen Bar.

Baca Juga: Hamas-Israel Ketemu Lagi, Masuk Tahap Kedua Gencatan Senjata?

Keputusan ini pun mendapat reaksi keras dari Ronen Bar dan sejumlah politisi Israel. Meskipun bertanggung jawab atas Shin Bet dalam kegagalan mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza, Bar mengatakan bahwa pemecatannya tidak terkait dengan hal itu.

"Harapan perdana menteri akan kesetiaan pribadi (saya), bertentangan dengan kepentingan publik. Harapan yang sepenuhnya tidak pantas," kata Bar.

🚨#BREAKING: Netanyahu Ousts Shin Bet Head Ronen Bar, Citing Distrust After Hamas Attack and Amid Investigations into Aides’ Qatar Ties, Ignoring Attorney General Legal Warnings, Sparking Legal Battle and Charges of Political Interference pic.twitter.com/zy78om6ag3

— High Impact (@highimpactnews) March 16, 2025

Para politisi Israel pun mengklaim pemecatan ini bersifat politis tanpa adanya pertimbangan profesional. Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, menuduh Netanyahu mencoba menyingkirkan orang-orang yang menentangnya demi kepentingan pribadi.

“Pemecatan Direktur Shin Bet merupakan upaya keputusasaan seorang terdakwa kriminal untuk menyingkirkan seseorang yang setia kepada Israel dan yang sedang menyelidiki Netanyahu dan lingkaran dekatnya atas pelanggaran serius dan gelap serta tidak bersedia menutupinya," kata Golan.

Ia juga memperingatkan bahwa keputusan ini akan memicu perlawanan besar di kalangan politik dan militer, serta berpotensi mengganggu stabilitas dalam negeri.

Baca Juga: Mahkamah Internasional Siap Gelar Sidang Kasus Israel 28 April

Menurut para politisi, kasus pemecatan Ronen Bar ini mirip pemecatan eks Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi.

Keputusan Netanyahu untuk memecat sebagian pejabat pemerintahannya dipandang sebagai upaya untuk mengamankan posisinya di tengah kritik yang semakin tajam, baik dari oposisi maupun dari dalam pemerintahannya sendiri. (Aljazeera/France24)

Bagikan:
israelkonflik palestina-israelbenjamin netanyahuGejolak Politik Israel
Loading...
ADS

Trending

Update News