Keamanan Siber Menjadi Risiko Terbesar di Wilayah Asia-Pasifik

Oleh Andry Winanto - fakta.com
30 November 2023 18:18 WIB
Ilustrasi. (Dokumen OJK)

FAKTA.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pergeseran keadaan dunia yang sangat berubah dan sulit diprediksi menyebabkan risiko-risiko yang saling terkoneksi.

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Isabella mengatakan bahwa hal tersebut tercermin dari data Global Risk Perception Survey 2023, yang menyampaikan berbagai risiko, seperti geopolitik, ekonomi, lingkungan, sosial, dan teknologi saling berhubungan.

“Pada tahun 2024, Institute of Internal Auditor (IIA) menyebutkan jika risiko yang paling mendominasi di area Asia-Pasifik adalah keamanan siber, bisnis, sumber daya manusia, pasar keuangan, dan disrupsi digital,” ujarnya dalam pertemuan Risk and Governance Summit 2023 di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Ungkap Multifikasi Risiko Keuangan Digital, Bos OJK Singgung Binance

Menurut Sophia, keberadaan risiko-risiko tersebut tidak dapat dihindari mengingat perkembangan teknologi yang cepat. Namun kita tetap bisa melakukan mitigasi seperti menerapkan standar proses bisnis yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Inovasi ini bisa berjalan dengan regulasi yang baik,” kata Sophia.

Sophia mengakui jika payung hukum yang hadir cenderung muncul setelah terjadinya kondisi tertentu. Dia pun berharap ke depan pemerintah bersama regulator lain bisa mengantisipasi agar setiap inovasi sudah memperhitungkan porsi tata kelola yang baik.

Sophia mengakui jika perkembang teknologi yang pesat memberikan peluang tersendiri bagi kehidupan manusia. Salah satu yang paling mutakhir adalah munculnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Jumlah Handphone Lampaui Populasi, OJK Ingatkan Perlindungan Data Nasabah

Mengutip data Badan Siber dan Sandi Negara seperti yang dilansir OJK, diketahui bahwa sejak Januari sampai dengan Oktober 2023 sudah terdapat 361 juta serangan siber di Indonesia.

“Sementara itu IIA menyatakan kerugian akibat kejahatan siber di seluruh dunia mencapai US$8 triliun. Oleh karena itu, perkembangan teknologi sekarang harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola regulasi serta upaya pencegahan,” ucap dia.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//