Ubi Jalar RI Laris Manis di Pasar Global, Setahun Bisa Ekspor 14.000 Ton

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
02 Juli 2024 19:22 WIB
Ilustrasi. (Dokumen Kemenkeu)

FAKTA.COM, Jakarta - Ubi jalar Indonesia ternyata laris manis di pasar global. Salah satunya ubi jalar asal Cirebon, Jawa Barat yang menyasar pasar Korea Selatan dan Jepang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengungkapkan, jumlah ekspor ubi jalar dari Cirebon ke dua negara itu mencapai 500 ton per tahun.

"Keberhasilan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan produksi ubi jalar berkualitas ekspor di Cirebon yang nantinya bisa berdampak pada kesejahteraan petani," kata Suwandi, Selasa (2/2/2024).

Merinci Kontributor Ekspor yang Bikin Surplus Dagang Perpanjang Rekor

Ia menjelaskan komoditas ubi jalar dari Cirebon memiliki kualitas dan mutu yang baik, sehingga memenuhi syarat untuk dipasarkan ke negara-negara tersebut.

Tidak hanya di Cirebon, pihaknya mendorong para petani di daerah lainnya bisa meningkatkan jumlah produksi supaya lebih banyak ubi jalar diekspor keluar negeri.

"Untuk diketahui, Indonesia tidak ada impor ubi jalar tapi kita justru malah ekspor. Kita tingkatkan dan kita dorong ekspornya untuk menghargai jerih payah petani," ujarnya.

Suwandi menjelaskan berdasarkan data, ekspor ubi jalar dari Indonesia ke pasar global jumlah rata-ratanya bisa mencapai 14 ribu ton per tahun. Adapun komoditas itu biasanya dikirim ke beberapa negara di Asia.

Jokowi: Ikan Nila Diminati Dunia, Ekspor Capai Rp230 Triliun

Selain kawasan itu, lanjut dia, Kementan sedang berupaya membuka peluang pasar baru yang menjanjikan untuk mengekspor ubi jalar dari Indonesia ke Eropa serta Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan membantu petani dengan memberikan pendampingan dan edukasi, untuk menerapkan pola tanam yang efisien dan efektif agar ubi jalar yang dipanen memiliki kualitas ekspor.

"Ini adalah cara untuk menyejahterakan petani. Perlu diketahui ubi jalar berkualitas umumnya berasal dari daerah sentranya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Sumatera Selatan," ucap dia. (ANT)

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//