Terus Turun, Inflasi Catat Level Terendah Sejak September 2023

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
01 Juli 2024 14:26 WIB
Ilustrasi. (Dokumen Fakta.com)

FAKTA.COM, Jakarta - Penurunan harga-harga, masih terus berlanjut. Alhasil, Indonesia kembali mencatat deflasi bulanan sebesar 0,08% per Juni 2024.

Menurut Plt Sekretaris Utama BPS, Imam Machdi, salah satu kontributor deflasi adalah komponen harga bergejolak (volatile food). Pada periode ini, komponen tersebutmengalami deflasi 0,98% dan memberikan andil 0,16%.

Secara rinci, beberapa komoditas utama penyumbang andil deflasi pada Juni 2024 adalah bawang merah dengan andil 0,09%, tomat 0,07%, daging ayam ras 0,05%, dan telur ayam ras 0,02%.

Amplifikasi Komoditas dan Wilayah Pemberi Andil Deflasi

Selain itu, ada juga abai rawit dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing 0,02%; emas dan perhiasan, kentang, ketimun, sigaret kretek mesin, tarif angkutan udara, ikan segar, dan kopi bubuk dengan andil masing-masing 0,01%.

Meski begitu, komponen inti mengalami inflasi 0,10% dengan andil 0,06%. "Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan dan kopi bubuk," ujar Imam, Senin (1/7/2024).

Lebih lanjut Imam menambahkan, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,12% dengan andil 0,02%, dengan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara.

Deflasi Pertama Sejak Agustus 2023, Inflasi Tahunan jadi 2,84 Persen

Bila ditinjau berdasarkan sebaran inflasi bulanan berdasarkan wilayah, sebanyak 26 dari 38 provinsi Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 12 lainnya mengalami inflasi.

Deflasi terdalam sebesar 1,11% terjadi di Papua Selatan. Kemudian, disusul oleh Bali 0,55%, Jawa Timur 0,37%, Sumatera Utara 0,33%, Kalimantan Selatan 0,32%, Sulawesi Selatan 0,26%, Nusa Tenggara Timur 0,23%, dan Kalimantan Timur 0,05%.

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,11%. Lalu, Sulawesi Barat 0,81%, Kepulauan Riau 0,28%, dan DKI Jakarta 0,12%.

Dengan catatan-catatan itu, perkembangan inflasi semakin membaik. Secara tahunan, inflasi berada di level 2,51% dan menjadi yang terendah sejak September 2023.

Adapun dengan catatan itu, inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//