Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu, Ini Tanggapan Pertamina Lubricants

Oleh Gin gin Tigin Ginulur - fakta.com
14 Juni 2024 10:05 WIB
Foto: Idealisa Masyrafina/fakta.com

FAKTA.COM, Jakarta - PT Pertamina Lubricants merespons penggerebekan pabrik oli palsu di Kabupaten Tangerang, Banten baru-baru ini. Penjualan oli palsu tersebut disebut kepolisian menghasilkan omzet hingga miliaran.

Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, Brahma Putra Mahayana mengatakan selain merugikan dari sisi penjualan oli Pertamina, adanya penjualan oli palsu ini juga merugikan merek yang diproduksi Pertamina Lubricants.

"Tentunya untuk antisipasi kejadian serupa, kami terus mengedukasi masyarakat mengenai fitur perlindungan produk, untuk identifikasi keaslian produk," ujar Brahma saat dikonfirmasi Fakta di Lubricants Technology Center, Jakarta Utara, Kamis (13/6/2024).

Menurut Brahma, upaya terbaik yang pihaknya lakukan yakni terus mengedukasi agar konsumen lebih cerdas dalam memilih oli. Ia menjelaskan berbagai fitur perlindungan yang ada di produk oli Pertamina Lubricants.

Usul Tambahan Anggaran Kemendag Rp1,6 T, Zulhas: Nilainya Turun Terus

Untuk kemasan lithos memiliki tampilan botol triple layer, nomor batch delapan angka di tutup botol, hologram original dan QR code unik di sticker label. QR code ini hanya ada 1 untuk 1 botol.

Jadi apabila saat mengecek, konsumen menemukan jumlah scan lebih dari 1 botol, maka mewaspadai oli palsu, maka diperkirakan oli tersebut palsu.

Pertamina Lubricants juga memberikan layanan pengaduan bagi konsumen dan distributor yang mengetahui adanya peredaran oli palsu. Pengaduan dapat dilakukan melalui telepon ke 135 dan sales representative yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam setiap laporan dan pengaduan, ia mengimbau agar sebisa mungkin mencantumkan nomor batch, karena dengan nomor ini bisa melacak oli produksi dimana, kapan diproduksi dan sebagainya.

"Pengecekan asli atau tidak dapat terlihat dari botolnya, kalau di marketplace ada baiknya beli di toko resmi. Lebih bagus datang dan beli langsung," tutur Brahma.

Selain itu, Pertamina Lubricants juga memberikan edukasi konsumen melalui platform digital dan kegiatan dan training yang diselenggarakan Integrated Lubrication Management Academy (ILMA).

Pagu Anggaran 2025 Turun 37,44 Persen, Kemenkop UKM Ajukan Tambahan Rp665 Miliar

"Supaya konsumen jadi konsumen cerdasm karena perlindungan yang paling baik adalah membuat konsumen yang cerdas," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Banten membongkar kasus dugaan tempat produksi oli palsu di Kabupaten Tangerang pada Senin (3/06/2024). Selama tiga bulan berjalan, pabrik oli palsu tersebut meraup omzet hingga Rp5,2 miliar.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan mengungkapkan, kedua tersangka memproduksi dan menjual oli palsu berbagai merek sejak 2023. Produksi sempat terhenti dan mulai kembali beroperasi pada April 2024.

"Untuk modus yang dilakukan oleh para tersangka dengan cara membeli oli dari perusahaan dan diolah kembali di lokasi produksi mereka serta dikemas ulang dengan membuat merek oli yang beredar di pasaran," kata Wiwin dikutip Antara.

Pabrik oli palsu yang dilakukan tersangka memproduksi sebanyak 24.000 liter per hari yang dibagi ke 24 botol, sehingga menghasilkan keuntungan sekitar Rp57 juta per hari. Oil palsu tersebut diperjualbelikan kepada distributor di wilayah Banten, Jakarta hingga Kalimantan. (Idealisa Masyrafina)

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//