Mengenal Anggaran Responsif Gender, Istilah yang Disebut Sri Mulyani dan Penting untuk Perempuan

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
26 Juni 2024 09:27 WIB
Menkeu Sri Mulyani dalam Talkshow Edukasi Keuangan BUNDAKU. (Dokumen Instagram @smindrawati)

FAKTA.COM, Jakarta - Perempuan memiliki peran penting dalam upaya mencapai kemajuan ekonomi yang berkeadilan di Indonesia. Salah satunya dengan cara memahami literasi keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam kegiatan Talkshow Edukasi Keuangan BUNDAKU (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan), Selasa (25/6/2024). Menurut Sri Mulyani, dengan pemahaman yang baik mengenai keuangan, perempuan bisa mencapai kemandirian finansial dan melindungi diri dari risiko ekonomi.

"Jadi kalau kita bicara tentang literasi, kalau kita bicara perempuan, luar biasa dampaknya kepada generasi-generasi yang akan datang," ujarnya.

Perempuan Sokong 53% Ekonomi, RI Pertegas Komitmen Pengarusutamaan Gender

Sementara, melalui akun Instagram @smindrawati, Sri Mulyani menyampaikan, ibu dan perempuan yang memiliki literasi Keuangan yang baik dan memadai akan memberikan manfaat bagi anggota keluarga dan masyarakat. Terutama tentang perencanaan yang cermat dan keputusan yang bijak dalam mengelola uang demi kesejahteraan dan keamanan seluruh keluarga dan masyarakat luas.

"Oleh karena itu, saya mendukung program peningkatan dan perluasan literasi keuangan bagi seluruh masyarakat dan terutama perempuan," tulis Sri Mulyani.

Untuk itu, Sri Mulyani menerangkan, Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara mengambil langkah konkret dengan terus menggunakan instrumen keuangan negara untuk menciptakan literasi yang makin baik dan memberikan manfaat kepada perempuan di berbagai sektor.

"Ini yang disebut anggaran yang responsif gender. Di dalam kehidupan sehari-hari juga supaya perempuan itu diberikan sebuah pemihakan bukan untuk melebihi laki-laki, tapi di dalam sebuah masyarakat yang laki perempuannya itu setara," kata Sri Mulyani menjelaskan.

Sementara, dalam sebuah dokumen Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan disebutkan, anggaran responsif gender tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 62 Tahun 2023.

Momen Sri Mulyani Berpose dengan 'Para Perempuan Terkuat di Bumi'

PMK itu menjelaskan, anggaran responsif gender merupakan alokasi anggaran yang memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk merespon kebutuhan, permasalahan, aspirasi, dan pengalaman perempuan dan laki-laki yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender.

Dengan begitu, penerapan anggaran responsif gender adalah dalam rangka mendukung terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender, dimana kesetaraan gender merupakan kesamaan hak, tanggung jawab dan kesempatan bagi laki-laki dan perempuan untuk berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

Atas dasar itu, Menkeu Sri Mulyani berharap agar literasi keuangan dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dengan inklusi dan literasi keuangan mencapai 100%. Menkeu juga mengimbau agar para perempuan dapat turut berkontribusi aktif menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan pengalamannya untuk kemajuan perempuan.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//