Capai US$2,93 Miliar, Surplus Neraca Dagang dalam Tren Naik

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
19 Juni 2024 13:11 WIB
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah. (Tangkapan layar Youtube BPS)

FAKTA.COM, Jakarta - Setelah sempat turun pada April 2024, surplus neraca perdagangan kembali menunjukkan peningkatan. Per Mei 2024, nilainya US$2,93 miliar.

Menurut Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M. Habibullah, nilai tersebut terbentuk atas pertumbuhan nilai ekspor yang mencapai US$22,33 miliar. "Naik 2,86% dari periode sama 2023 US$21,71 miliar," ujar Habibullah dalam konferensi pers melalui kanal Youtube, Rabu (19/6/2024).

Kemenkeu: Surplus Neraca Perdagangan Bukti Ekonomi Resilien

Habibullah mengatakan, pertumbuhan ekspor dikontribusikan oleh ekspor nonmigas yang mencapai US$20,91 miliar atau naik 2,5% dari periode sama 2023 US$20,39 miliar. Alhasil, akumulasi ekspor sepanjang Januari-Mei 2024 menjadi US$104,25 miliar.

"Atau turun 3,52% dibanding periode yang sama tahun 2023 US$108,05 miliar," kata dia.

Surplus Neraca Pembayaran Makin Perkuat Ketahanan Eksternal RI

Untung saja, nilai impor Indonesia Mei 2024 turun lebih dalam. Angkanya mencapai US$19,40 miliar, atau turun 8,83% dibandingkan Mei 2023 US$21,28 miliar. Sehingga, akumulasi nilai impor Januari-Mei 2024 menjadi US$91,19 miliar.

Habibullah menambahkan, neraca perdagangan Indonesia Mei 2024 mengalami surplus US$2,93 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,26 miliar. "amun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,33 miliar," tuturnya.

Sebagai tambahan informasi, surplus neraca dagang sempat menyentuh angka terendahnya US$0,83 miliar pada Februari 2024. Namun memasuki Maret 2024, nilainya melesat dan mencapai level tertingginya US$4,58 miliar.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//