Cangkang Sawit dan Pelet Kayu Berpotensi Besar Laris di Jepang

Oleh Viona Avinda Zahran - fakta.com
05 Juli 2024 16:48 WIB
Ilustrasi. (Dokumen Badan Kebijakan Fiskal)

FAKTA.COM, Jakarta - Perdagangan bilateral Indonesia dan Jepang, masih berpotensi untuk ditingkatkan. Salah satu faktornya adalah adanya perjanjian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Menurut Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, ada beberapa produk Indonesia yang bisa didorong untuk meningkatkan ekspornya. Antara lain, produk biomassa, seperti cangkang sawit (palm kernel shell) dan pelet kayu (wood pellet).  

“Peluang kerja sama di sektor energi terbarukan ini cukup dibutuhkan di Jepang,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7/2024).

Jokowi: Daya Saing Indonesia Kalahkan Inggris dan Jepang

Pada  2023,  nilai  ekspor  cangkang  sawit  Indonesia  ke  Jepang  mencapai  US$550,98  juta  atau naik  40% dibanding  2022.  Selain  itu,  ekspor pelet  kayu  Indonesia  ke  Jepang  tercatat US$10,2 juta atau naik 45% dibanding tahun 2022.

Selain di sektor energi, Indonesia juga ingin berperan sebagai mitra dalam penyediaan pangan di Jepang. Mengingat sekitar 60% kebutuhan pangan Jepang masih dipenuhi dari impor.

Untuk memaksimalkan potensi itu, Jerry sempat menggelar pertemuan dengan Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) di Tokyo, Selasa (2/7/2024).

Ubi Jalar RI Laris Manis di Pasar Global, Setahun Bisa Ekspor 14.000 Ton

Dalam diskusi itu, Jerry ingin mengeksplorasi dan meningkatkan peluang perdagangan kedua negara melalui terobosan baru. Jerry pun mengapresiasi dukungan JCCI dalam meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Jepang yang semakin kuat dan berlanjut.

“Diharapkan  pelaku  usaha  dapat  memanfaatkan IJEPA karena  banyak  peluang  akses pasar dari kedua negara yang bisa ditingkatkan dan dikembangkan,” ujar Jerry.

Jerry juga menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara produsen pangan dan produk pertanian, memiliki peluang untuk menjadi mitra Jepang dalam menjamin ketersediaan produk tersebut. Di sisi lain, dibutuhkan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Jepang untuk produk impor.

Sebagai tambahan informasi, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang pada 2023 mencapai US$37,3 miliar. Atas catatan itu, Indonesia mencatatkan surplus US$4,2  miliar.  

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//