Baru Tercapai Rp760,38 Triliun, Penerimaan Pajak Masih Melambat

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
27 Juni 2024 14:09 WIB
Ilustrasi. (Dokumen Portal Edukasi Pajak)

FAKTA.COM, Jakarta - Realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2024 mencapai Rp760,38 triliun. Jumlah itu setara 38,23% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kinerja penerimaan pajak pada Mei 2024 terbilang mengalami perlambatan bila dibandingkan dengan kinerja pada April. Capaian kumulatif pada April tercatat mencapai 31,38%, naik signifikan dari 19,81% pada Maret.

"Sementara capaian kumulatif dari April ke Mei hanya naik sekitar 7%," tutur Sri Mulyani, Kamis (27/6/2024).

Mantap, Ekonomi Digital Sumbang Penerimaan Pajak Rp24,99 Triliun

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh penerimaan bruto sejumlah kelompok pajak yang mengalami kontraksi.

Pajak penghasilan (PPh) non migas terkontraksi sebesar 5,41% dengan realisasi sebesar Rp443,72 triliun, sekitar 41,73% dari target. Kontraksi itu disebabkan oleh pelemahan harga komoditas tahun lalu yang menyebabkan profitabilitas tahun 2023 menurun, terutama pada sektor-sektor terkait komoditas.

Sama halnya dengan PPh non migas, PPh migas juga mengalami kontraksi, yakni sebesar 20,54%. Realisasi penyerapan PPh migas hingga Mei tercatat sebesar Rp29,31 triliun atau 38,38% dari target. Perlambatan serapan PPh migas utamanya dipengaruhi oleh penurunan lifting migas.

Penerimaan Pajak Terus Melambat, Hingga 15 Maret Terkumpul Rp342,8 Triliun

Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya terkontraksi sebesar 15,03% dengan realisasi Rp5 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh tidak terulangnya pembayaran tagihan pajak pada tahun 2023. Adapun realisasi penyerapan PBB dan pajak lainnya telah mencapai 13,26% dari target.

Berbeda dengan ketiga komponen sebelumnya, kinerja pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mencatatkan peningkatan, yaitu sebesar 5,72%. Realisasi serapan dari komponen ini tercatat sebesar Rp282,34 triliun atau 34,80%.

Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan penerimaan bruto PPn dan PPnBM sejalan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi. (ANT)

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//