25,22 Juta Orang Indonesia Masih Miskin, Apa Kabar Indonesia Emas?

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
01 Juli 2024 13:41 WIB
Ilustrasi tingkat kemiskinan. (Dokumen Antara Foto/Bayu Pratama S/Spt)

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka penduduk miskin pada Maret 2024 turun 33 basis poin bila dibandingkan dengan Maret 2023. Angkanya menjadi 9,03% dari sebelumnya 9,36%.

Plt Sekretaris Utama BPS, Imam Machdi menyampaikan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 tercatat sebanyak 25,22 juta orang, atau 2,62% dibandingkan Maret 2023 yang sebanyak 25,9 juta orang.

"Berdasarkan wilayah, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di perkotaan maupun pedesaan, dengan penurunan di pedesaan lebih besar daripada perkotaan," kata Imam dikutip Antara, Senin (1/7/2024).

Imam menjelaskan, tingkat kemiskinan di pedesaan turun sebesar 43 basis poin, sementara di perkotaan turun sebesar 20 basis poin.

Tekan Angka Kemiskinan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp513 Triliun

Namun, masih terjadi disparitas yang cukup lebar antara perkotaan dan pedesaan, di mana tingkat kemiskinan di pedesaan mencapai 11,79%, sedangkan di perkotaan 7,09%.

Adapun bila dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, tingkat kemiskinan di pedesaan sudah lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi. Sementara di perkotaan masih lebih tinggi dari sebelum pandemi.

Tingkat kemiskinan pedesaan pada Maret 2024 lebih rendah 81 basis poin jika dibandingkan September 2019. Sementara di perkotaan lebih tinggi 53 basis poin jika dibandingkan September 2019.

Untuk diketahui, penentuan status miskin penduduk ditentukan oleh garis kemiskinan. Garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar Rp582.932 atau naik 5,9% dibandingkan Maret 2023.

Garis kemiskinan perkotaan sebesar Rp601.871 atau lebih tinggi daripada pedesaan sebesar Rp556.874.

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Beberapa Daerah Dapat Insentif Rp750 Miliar

Jika dilihat perubahannya, kenaikan garis kemiskinan perkotaan dari Maret 2023 ke Maret 2024 yaitu sebesar 5,72% atau lebih rendah dari kenaikan garis kemiskinan pedesaan yang sebesar 6,06%.

Berdasarkan komponen pembentuknya, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

Pada Maret 2024, peranan komoditas makanan mencapai 74,44%, sementara bukan makanan 25,56% terhadap garis kemiskinan.

Sebagai tambahan informasi, tingkat kemiskinan menjadi salah satu pilar untuk mencapai Indonesia Emas 2045. 

Ngeri, Angka Kemiskinan Bisa Bertambah 100 Juta Orang per Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy pernah menyampaikan, ada lima parameter dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045.

Di antaranya, Gross National Income per kapita sebesar US$30.300, tingkat kemiskinan menuju 0%, tingkat pengangguran terbuka 4%, angka kematian bayi di bawah delapan kematian per 1.000 kelahiran, serta angka melek huruf tinggi.

Dengan kondisi itu, apakah visi Indonesia Emas 2045 bakal terwujud?

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//