Anak-Anak Korban Gas Air Mata di Pulau Rempang Ditangani Tim Medis

Oleh Muhammad Yazid - fakta.com
08 September 2023 10:05 WIB
Dokumen BP Batam

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta masyarakat di Pulau Rempang tidak terpancing kabar-kabar miring terkait kondisi kawasan. Otoritas wilayah tersebut menyatakan situasi terkini telah kondusif pascabentrok antara aparat kepolisian dan demonstran pada Kamis (7/9/2023) kemarin.

"Masyarakat jangan terprovokasi isu miring. Serap informasi dengan baik sebelum meneruskannya di media sosial. Tetap jaga persatuan,” kata  Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait dalam keterangan resminya, Jumat (8/9/2023).

Nadiem Rilis Aturan Atasi Ancaman Kekerasan di Sekolah

Sekadar informasi, pemerintah bakal menjadikan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari negara tetangga, Singapura maupun Malaysia.

Rencana tersebut telah dituangkan dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7/2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7/2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek bernama Kawasan Rempang Eco-City ini bakal digarap bersama oleh BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG).

Buatlah langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi konfrontasi yang menyebabkan korban atau terluka 
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil

Blokade warga

Untuk merealisasikan proyek berinvestasi senilai Rp381 triliun tersebut, pemerintah hendak merelokasi warga setempat. Adapun tawaran yang diberikan masyarakat terdampak di antaranya penggantian lahan kaveling seluas 500 meter persegi serta fasilitas rumah tipe 45.

Rupanya, proses relokasi lahan masyarakat terdampak di Pulau Rempang masih mendapatkan protes sejumlah warga.

Bahkan, pada Kamis (7/9/2023), masyarakat memblokade ratusan personel personalia Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP yang sedang bertugas untuk kegitann pengukuran lahan kemarin. Protes tersebut akhirnya berakhir ricuh, dan aparat sempat menembakkan gas air mata.

Investor Siap Kucurkan Modal Bisnis di Jateng Rp18,5 Triliun

"Tidak ada korban jiwa. Untuk balita dan pelajar yang terhirup gas air mata telah mendapat pertolongan dari aparat kepolisian serta tim medis,” ujar Ariastuty.

Menurut dia, tindakan tegas dari personel keamanan gabungan terjadi lantaran aksi provokatif yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tak bertanggung jawab. Misalnya, lemparan batu, botol, bahkan ada juga bom molotov.

Menurut dia, sekarang ini kondisi di lapangan telah kondusif. BP Batam juga telah menempatkan tim satuan tugas di areal Jembatan 4 Barelang dan Rest Area Simpang Rezeki Galang.

Ganti Rugi untuk Warga Kriteria warga terdampak
BP Batam akan menyiapkan kaveling seluas 500 meter persegi untuk masyarakat yang memiliki rumah di atas Areal Penggunaan Lain (APL) dan bersedia direlokasi ke areal yang telah ditetapkan. Di kaveling tersebut akan dibangun pula rumah dengan tipe 45. 1. Warga kampung dalam Kelurahan Sembulang atau Kelurahan Rempang Cate; 2. Memiliki KTP dan KK Kelurahan Sembulang atau Rempang Cate; 3. Bermukim minimal 10 tahun berturut-turut yang dibuktikan melalui Surat Keterangan Ketua RT, RW, Lurah, dan Camat setempat.

Ariastuty mengatakan, “Kami mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menerima dan mencerna pesan yang tersebar di media sosial. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kota Batam tak terprovokasi dengan situasi terkini di Pulau Rempang.”

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan, aparat penegak hukum seharusnya mampu menahan diri ketika menangani protes masyarakat. "Kami harapkan pihak kepolisian bisa menguasai situasi tanpa harus konfrontasi dengan masyarakat, itu yang kita harapkan," ujar dia.

Petugas juga harus secara cepat mendeteksi sekaligus mewaspadai adanya aktor-aktor yang memprovokasi warga. Nasir bilang, "Buatlah langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi konfrontasi yang menyebabkan korban atau terluka ya, apalagi kalau sampai merengang nyawa."

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//