Viral Efisiensi Anggaran Pangkas Beasiswa KIP Kuliah, Sri Mulyani Bantah

Menkeu Sri Mulyani membantah isu beasiswa dan KIP Kuliah terkena pemotongan anggaran, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/2/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)
FAKTA.COM Jakarta - Usai menyebar kabar pemotongan anggaran beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), hingga viral di media sosial, Menteri Keuangan Sri Mulyani membantahnya.
Salah satu postingan yang viral di media sosial menunjukkan potongan slide yang diklaim didapat dari rapat anggaran terbuka antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Rabu (12/2/2025).
Slide itu menunjukkan pagu alias jatah duit awal buat KIP-K di 2025 mencapai Rp14.698.109.754.000 (Rp14,7 triliun). Akibat program efisiensi anggaran Pemerintah, angka pemotongan duit KIP-K yang diusulkan Dirjen Anggaran Kemenkeu adalah Rp1.310.849.475.000 (Rp1,3 triliun) atau dipangkas 9 persen.
Dampak efisiensi anggaran Pendidikan. pic.twitter.com/2OByy9N4BY
— Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) February 12, 2025
Sementara, usulan Kemendiktisaintek adalah tak ada pemangkasan buat pos anggaran KIP-K.
"Masyarakat penerima KIP: sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa on going tidak dapat dibayarkan pada tahun 2025," demikian keterangan pada slide yang viral itu.
"Sebanyak 663.821 Masyarakat Penerima KIP-K terancam putus kuliah," lanjut keterangan tersebut.
Berdasarkan penelusuran FAKTA, slide tersebut tak muncul di rapat Komisi X DPR dengan Mendiktisaintek Satro Soemantri Brodjonegoro, Rabu (12/2/2025).
Namun, ada paparan soal Rancangan Perubahan Anggaran Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2025. Isinya, berbagai pos anggaran yang diusulkan dipangkas oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu, termasuk sal pos beasiswa.

Usulan efisiensi anggaran Kemendiktisaintek, dalam rapat di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Tangkapan layar YouTube Komisi X DPR)
Khusus untuk KIP Kuliah, angka usulan pemangkasan dari Dirjen Anggaran memang percis sama dengan yang dipaparkan di slide yang viral itu, yakni dipangkas Rp1,3 triliun atau 9 persen.
Sementara, Mendiktisaintek, dalam rapat tersebut, mengusulkan pemotongan anggaran seluruh pos beasiswa 0 persen.
Saat menyambangi Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025), Menkeu pun memastikan beasiswa KIP tidak terkena efisiensi anggaran.

Usulan efisiensi anggaran Kemendiktisaintek, di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Tangkapan layar YouTube Komisi X DPR)
“Mengenai berita munculnya terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar, kami tegaskan bahwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar tidak dilakukan pemotongan atau pengurangan,” ungkap dia, dalam konferensi pers di Gedung DPR.
Dia menegaskan anggaran Rp14,7 triliun tetap akan tersalurkan sepenuhnya.
“Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi,” tegasnya.
Pada 2025, penerima beasiswa KIP mencapai 1.040.192 mahasiswa. Sri Mulyani mengatakan semua penerima yang telah terdaftar dipastikan akan mendapatkan manfaat secara penuh tanpa ada pengurangan.
“Seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya,” ujarnya.
what did I just read? 😵💫😰
— ikhwānuddīn ✦ (@ikhwanuddin) February 12, 2025
sebanyak 12 dari 33 orang penerima BPI Luar Negeri terancam tidak dapat dibayarkan
⚠️ (berpotensi terlantar di luar negeri) pic.twitter.com/7Llg9slBep
Selain menepis isu pemangkasan anggaran beasiswa KIP, Sri Mulyani juga memastikan beberapa program beasiswa lainnya pun tidak terkena dampak efisiensi anggaran.
“Beasiswa lain yang sedang berjalan yaitu 40.030 beasiswa penerima LPDP, Kemendiktisaintek yaitu beasiswa pendidikan Indonesia, dan beasiswa Indonesia Bangkit di bawah Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontrak beasiswa yang sudah dilakukan,” ujarnya. (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)