Sejarah 19 Maret 1947: Ejaan Soewandi Resmi Gantikan Ejaan van Ophuisjen

Ilustrasi menulis. (Foto: Freepik)
FAKTA.COM, Jakarta - Ejaan Soewandi diresmikan pada 19 Maret 1947 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI No. 265/Bhg.A. Ejaan itu menggantikan Ejaan van Ophuisjen.
Dikutip dari artikel "Pemakaian Ejaan dalam Bahasa Indonesia/Melayu pada Iklan Tempo Doeloe dan Implikasinya bagi Perkuliahan Bahasa Indonesia" yang dimuat di Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, buku Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik, dan laman Kementerian Pertahanan, Rabu (19/3/2025), ejaan itu bernama Soewandi karena diambil dari nama Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia yang kala itu menjabat, yaitu Prof. Ir. R. M. Soewandi Notokoesomo.
Ejaan Soewandi juga bernama dengan Ejaan Republik karena lahir tidak lama setelah Republik Indonesia diproklamasikan.
Ada beberapa ciri Ejaan Soewandi, yaitu:
1. Huruf "oe" diganti dengan "u".
Contoh "boekoe" ditulis menjadi "buku".
2. Bunyi sentak yang ditulis dengan tanda apostrof ('), ditulis dengan "k".
Contohnya ta' ditulis tak dan "ma'lum" jadi "maklum".
3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka.
Contohnya: kupu2, ubur2
4. Tak ada pembeda antara penulisan awalan "di" dengan kata depan "di".
Contoh: dimakan, dikantor.
5. Tanda apostrof dihilangkan.
Contoh: Jum'at menjadi Jumat, ma'af menjadi maaf.













