Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. memoar
  3. Sejarah 19 Maret 1947: Ejaan S...

Sejarah 19 Maret 1947: Ejaan Soewandi Resmi Gantikan Ejaan van Ophuisjen

Ilustrasi menulis. (Foto: Freepik)

Ilustrasi menulis. (Foto: Freepik)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Ejaan Soewandi diresmikan pada 19 Maret 1947 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI No. 265/Bhg.A. Ejaan itu menggantikan Ejaan van Ophuisjen.

Dikutip dari artikel "Pemakaian Ejaan dalam Bahasa Indonesia/Melayu pada Iklan Tempo Doeloe dan Implikasinya bagi Perkuliahan Bahasa Indonesia" yang dimuat di Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, buku Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik, dan laman Kementerian Pertahanan, Rabu (19/3/2025), ejaan itu bernama Soewandi karena diambil dari nama Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia yang kala itu menjabat, yaitu Prof. Ir. R. M. Soewandi Notokoesomo.

Baca Juga: Sejarah Dwifungsi ABRI, Kekuatan Politik yang Dipersenjatai

Ejaan Soewandi juga bernama dengan Ejaan Republik karena lahir tidak lama setelah Republik Indonesia diproklamasikan.

Ada beberapa ciri Ejaan Soewandi, yaitu:

1. Huruf "oe" diganti dengan "u".

Contoh "boekoe" ditulis menjadi "buku".

2. Bunyi sentak yang ditulis dengan tanda apostrof ('), ditulis dengan "k".

Contohnya ta' ditulis tak dan "ma'lum" jadi "maklum".

3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka.

Baca Juga: Sejarah 28 Februari 1942, Jepang Vs Sekutu di Selat Sunda

Contohnya: kupu2, ubur2

4. Tak ada pembeda antara penulisan awalan "di" dengan kata depan "di".

Contoh: dimakan, dikantor.

5. Tanda apostrof dihilangkan.

Contoh: Jum'at menjadi Jumat, ma'af menjadi maaf.

Bagikan:
sejarah hari iniejaan soewandisejarah 19 maretsejarah 19 maret 1947
ADS

Trending

Update News