Sejarah 22 Februari 1857, Sosok Bapak Pandu Sedunia Lahir

Robert Baden Powell. (Foto: Getty Images)
FAKTA.COM, Jakarta – Tepat 168 tahun yang lalu, lahir seorang sosok yang menjadi salah satu tokoh penting dunia. Dia adalah Robert Baden Powell, seorang tentara yang kemudian dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia.
Dilansir dari Britannica, Sabtu (22/2/2025), Baden-Powell lahir pada 22 Februari 1857 di London, Inggris, dikenal sebagai pendiri gerakan Pramuka sedunia. Sebagai perwira Angkatan Darat Inggris, dia menjadi pahlawan nasional berkat pertahanan selama 217 hari di Mafeking (sekarang Mahikeng) selama Perang Boer di Afrika Selatan pada 1899–1900. Pengalaman militernya ini kemudian menginspirasi pembentukan gerakan kepanduan yang mendunia.
Walter Hansen dalam The Wolf That Never Sleeps : The Adventurous Life of Robert Baden-Powell, Founder of the Scout Movement (2017) menyebutkan bahwa Robert Baden Powell merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh pengikutnya.
“Namun Baden-Powell benar-benar dipuja oleh para pendukungnya sebagai karakter yang patut dicontoh, sebagai pahlawan, seniman, penulis buku terlaris, dan sebagai salah satu pendidik kaum muda yang paling penting di abad ke-20” tulis Hansen.
Dia adalah salah satu tokoh yang paling dihormati pada zamannya, beberapa penghargaan yang dianugerahkan kepada Robert Baden-Powell di antaranya adalah The Order of the Bath, The Royal Victorian Order, The Order of the Garter, The Order of Merit, dan The Order of the Foreign Legion.
Pada 1907, Baden-Powell mengadakan perkemahan percobaan di Pulau Brownsea, Dorset, untuk menguji ide-idenya tentang pelatihan kepanduan bagi pemuda.
Kegiatan ini menjadi dasar bagi penerbitan buku Scouting for Boys pada 1908, yang memicu pembentukan kelompok-kelompok Pramuka di seluruh Inggris dan kemudian di berbagai negara. Gerakan ini dirancang untuk mengajarkan keterampilan hidup di alam bebas, disiplin, dan nilai-nilai moral kepada kaum muda.
Selain mendirikan Boy Scouts, Baden Powell bersama saudara perempuannya, Agnes Baden Powell, juga mendirikan Girl Guides pada 1910, yang kemudian dikenal sebagai Girl Scouts di Amerika Serikat. Organisasi ini bertujuan memberikan kesempatan serupa bagi anak perempuan dalam mengembangkan keterampilan dan karakter melalui kegiatan kepanduan.
Dedikasi Baden-Powell terhadap gerakan kepanduan membuatnya pensiun dari militer pada 1910 untuk fokus sepenuhnya pada pengembangan Pramuka. Pada Jambore Dunia Pramuka pertama di London pada 1920, dia diakui sebagai "Chief Scout of the World". Pengakuan ini mencerminkan pengaruh global gerakan yang dirintis.
Baden Powell dianugerahi gelar baronet pada 1922 dan kemudian menjadi baron pada 1929. Ia menghabiskan masa pensiun di Nyeri, Kenya, di mana ia wafat pada 8 Januari 1941. Warisan Baden-Powell terus hidup melalui jutaan anggota Pramuka dan Pandu Putri di seluruh dunia, yang meneruskan visi dan misinya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berkompeten.
(Penulis: Daffa Prasetia)













