Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Gebrakan Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Legalkan Judi

Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin. (Foto: Wikipedia)

Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin. (Foto: Wikipedia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Ali Sadikin, yang akrab disapa Bang Ali, menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama 11 tahun (1966–1977). Di bawah kepemimpinannya, Jakarta mengalami transformasi signifikan yang membentuk fondasi ibu kota seperti yang dikenal saat ini.

Selama masa kepemimpinannya, Bang Ali dikenal sebagai gubernur yang acapkali mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menuai kontroversi. Salah satunya adalah melegalkan perjudian untuk membangun Jakarta.

Pekan pertama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta pada akhir April 1966, Ali berkeliling melihat secara detail kondisi kota yang dia pimpin. Dia menemukan begitu banyak persoalan.

Jalan bolong, lalu lintas kacau, hingga kampung kumuh. Lahan gersang di berbagai sudut membuat hawa Jakarta panas. Namun, begitu hujan turun, banjir langsung melanda.

Dalam buku memoar Bang Ali : Demi Jakarta 1966 - 1977 yang ditulis oleh Ramadan KH, dikutip pada Kamis (20/2/2025), Bang Ali sempat merasa bingung harus membereskan Jakarta dari mana dulu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Akan Hadiri Penetapan Gubernur DKI Jakarta Besok

“Hampir-hampir tidak tahu mesti mulai dari mana memperbaiki dan meningkatkan ibu kota,” ujar dia dalam buku tersebut.

Tahun demi tahun berjalan, Bang Ali mulai menemukan rancangannya untuk ibu kota Jakarta. Berbagai kebijakan dia terapkan, ada yang membangun, ada juga yang kontroversial.

Membangun Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Salah satu fokus utama Bang Ali adalah pengembangan infrastruktur. Dia memprakarsai pembangunan jalan, jembatan, dan taman kota untuk memperlancar arus lalu lintas dan menyediakan ruang hijau bagi masyarakat.

Selain itu, Ali mendirikan berbagai fasilitas publik seperti gelanggang remaja dan pusat kesenian untuk mendukung aktivitas generasi muda dan seniman. Dia juga memperkenalkan konsep puskesmas sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Ali mengalokasikan 25% anggaran belanja pemerintah Jakarta untuk pembangunan jalan dan transportasi. Selama 11 tahun memimpin, ia menambah jalan Jakarta yang semula hanya 800 kilometer menjadi lebih dari 2 ribu kilometer.

Penataan Permukiman dan Pengentasan Kemiskinan

Dalam buku Gita Jaya: Catatan H. Ali Sadikin, Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1966 - 1977 (1977), Bang Ali menyebutkan bahwa mayoritas penduduk Jakarta tinggal di kampung miskin yang kumuh, bersanitasi buruk, dan tidak sehat.

Bang Ali berkomitmen memperbaiki permukiman kumuh di Jakarta. Dia menginisiasi program peremajaan kota dengan membangun perumahan layak huni bagi warga berpenghasilan rendah. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mengurangi kesenjangan sosial di ibu kota.

Baca Juga: Pramono-Doel Dilantik Jadi Gubernur Jakarta Hari ini, Tak Ada Arak-arakan

Legalisasi Perjudian

Salah satu kebijakan kontroversial Bang Ali adalah melegalkan perjudian dan prostitusi di Jakarta. Dia berpendapat bahwa pendapatan dari pajak perjudian dapat digunakan untuk membiayai pembangunan kota. Meskipun menuai kritik dari berbagai pihak dan mendapat julukan "gubernur maksiat", Bang Ali tetap teguh pada pendiriannya demi kemajuan Jakarta.

Bang Ali bercerita bahwa dia meluapkan unek-uneknya saat wartawan menanyakan larangan teban.

“Kalau gelap-gelapan, siapa yang mengambil untungnya? Ayo, jawab,” ujar Bang Ali seperti ditulis oleh Ramadan KH.

Ali Sadikin mengatur perjudian di Jakarta pada Juli 1967 dan melarang teban gelap yang tak membawa untung kas daerah.

Pendirian Lembaga Bantuan Hukum Jakarta

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan sosial, Bang Ali turut berperan dalam pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Lembaga ini bertujuan memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu, memastikan setiap warga mendapatkan akses yang sama terhadap keadilan.

Setelah masa jabatannya berakhir, Bang Ali tetap aktif dalam dunia politik dan sosial. Ia bergabung dengan kelompok Petisi 50, menunjukkan sikap kritis terhadap pemerintahan saat itu. Warisan kepemimpinannya masih terasa hingga kini dengan berbagai fasilitas dan kebijakan yang ia inisiasi terus memberikan manfaat bagi warga Jakarta.

(Penulis: Daffa Prasetia)

Bagikan:
ali sadikingubernur ali sadikingubernur dki jakartakebijakan ali sadikin
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. memoar
  3. Gebrakan Ali Sadikin, Gubernur...

Trending