Sejak Kapan Indonesia Menggunakan Setir Kanan?

Indonesia menggunakan setir di sebelah kanan. (foto: Freepik)
FAKTA.COM, Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan sistem kemudi di sebelah kanan. Hal ini tentu berbeda dengan banyak negara lain, seperti Amerika Serikat dan sebagian besar negara di Eropa, yang menggunakan kemudi di sebelah kiri.
Lalu, sejak kapan Indonesia menggunakan setir kanan?
Dikutip dari World Standards dan Babbel, Selasa (18/2/2025), perbedaan posisi mengemudi ini punya sejarah yang panjang.
Ini bermula dari para ksatria zaman dulu yang lebih suka berjalan di sisi kiri dan tangan kanan memegang pegang. Posisi ini menguntungkan dan mempermudah mereka untuk bermanuver terhadap musuh.
Kalau di Indonesia, sistem setir kanan berawal dari “warisan” Belanda. Saat pertama kali datang ke Indonesia pada 1596, Belanda membawa kebiasaan mengemudi di sebelah kiri. Kala itu, mereka menggunakan sistem setir kanan, mengikuti kebiasaan di banyak negara Eropa.
Lalu, saat Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte menguasai Belanda, sistem setir pun beralih dari kanan ke kiri. Kendaraan pun berjalan di sisi kanan jalan. Namun, perubahan ini tidak diberlakukan di wilayah jajahan Belanda, termasuk Hindia Belanda (kini Indonesia) dan Suriname.
Selama masa penjajahan Jepang pada Perang Dunia II, sistem ini tetap bertahan. Jepang sendiri juga menggunakan setir kanan dan berkendara di sisi kiri jalan, sehingga tidak ada perubahan dalam aturan lalu lintas di Indonesia.
Selain Indonesia dan Suriname, ada negara-negara lain yang menggunakan setir kanan. Misalnya, India, Australia, Thailand, Guyana, dan Jepang.
Sementara itu, ada negara-negara lain yang menggunakan sistem setir kiri dan melaju di lajur kanan. Misalnya, Amerika Serikat dan sebagian besar negara di Eropa.
Kebiasaan setir kiri ini berawal dari masa saat kereta kuda digunakan sebagai alat transportasi. Kala itu, pengemudi kereta kuda biasanya duduk di sisi kiri untuk memegang cambuk dengan tangan kanan.
Pengemudi kereta kuda lebih mudah mengendalikan kendaraan jika berjalan di sisi kanan jalan. Dia juga akan lebih mudah untuk memastikan apakah roda kereta terhalang atau tidak.
(Penulis: Wafiq Azizah)













