Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. lingkungan
  3. Unik Banget, Katak Ini Bisa Te...

Unik Banget, Katak Ini Bisa Terbang Sejauh 15 Meter

Katak terbang wallace. (Tangkap layar akun Instagram @kementerianlhk)

Katak terbang wallace. (Tangkap layar akun Instagram @kementerianlhk)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Kita sering menjumpai katak yang bergerak dengan melompat atau berenang. Tapi, pernahkah kamu melihat katak terbang?

Dikutip dari akun Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan @kementerianlhk, dan laman Yayasan Palung, Minggu (12/11/2023), katak terbang wallace (Rhacophorus nigropalmatus) pertama kali dideskripsikan oleh naturalis asal Inggris, Alfred Russel Wallace.

Fakta Unik Kepiting Vampir, Satwa Mungil Berwarna Ungu

Katak terbang wallace berbeda dengan katak terbang lain. Amfibi itu punya selaput kaki bagian atas berukuran besar dan berwarna hitam. Hewan bisa melayang sejauh 15 meter dalam sekali lompat.

Katak tersebut berwarna hijau dan emas cerah. Panjang tubuh katak betina mencapai 9-10 cm, sedangkan yang jantan 6-7 cm.

Hewan tersebut berkarakter pasif dan pendiam. Katak ini akan mengeluarkan air seni ketika bahaya datang. Katak terbang ini akan melayang dengan cepat ke dahan atau daun untuk menyelamatkan diri. Makanan sang katak adalah serangga, seperti ulat hongkong, jangkrik, dan ulat kendang.

Alasan Unik Kecoak Sering Terbang ke Arah Wajah

Katak terbang wallace ini tersebar di berbagai wilayah, seperti Brunei Darussalam, Indonesia (Sumatera, Kalimantan), Malaysia (Peninsular, Sabah, dan Serawak), Myanmar, dan Thailand. Dikutip dari laman IUCN Red List, katak ini tergolong ke dalam risiko rendah (least concern) dan populasinya menurun.

Bagikan:
faunalingkungankementerian lingkungan hidup dan kehutanan
ADS

Trending

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In