Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. lingkungan
  3. PLTS Jadi Senjata Utama Revolu...

PLTS Jadi Senjata Utama Revolusi Energi Terbarukan

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). ANTARA/HO-Kementerian ESDM

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). ANTARA/HO-Kementerian ESDM

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta- Dalam upaya mencapai target net-zero emissions (NZE) pada tahun 2060, Indonesia tengah mempercepat transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan. 

Sekretaris Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Andi Yulianti Ramli, menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam sektor energi terbarukan. 

"Kita memiliki potensi lebih dari 3.500 gigawatt energi terbarukan di Indonesia. Potensi ini mencakup pembangkitan listrik karbon rendah, pertumbuhan elektrifikasi, serta energi nabati atau bioenergi," ujar Yulianti pada Indonesia Solar Summit (IDS) 2024, Jakarta, Rabu (21/8/2024).

"Pasar untuk energi terbarukan dari Indonesia sangat besar, dan kita sudah memulai kerja sama dengan Singapura untuk memenuhi permintaan tersebut," tambah Yulianti.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, turut menekankan pentingnya program pembangunan energi terbarukan ini. 

"Pemerintah Indonesia melalui PLN akan segera meluncurkan program pembangunan 60 GW energi terbarukan," kata Luhut.

Tiga Catatan Penting Kegagalan Jokowi dalam Aspek Lingkungan

Menurut Luhut, kerja sama ini menghasilkan investasi signifikan dari pengembang energi sebesar 30-50 miliar dolar AS, manufaktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 1,7 miliar dolar AS, serta produsen baterai dan inverter sebesar 1 miliar dolar AS.

Lebih Lanjut, kata Luhut, Pemerintah Indonesia akan memprioritaskan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber pasokan energi Indonesia yang utama untuk dekarbonisasi sektor energi. Untuk itu, Indonesia perlu membangun dan memperluas industri solar domestik berikut pengembangan sumber daya manusianya sebagai langkah konkret transisi energi demi mengatasi krisis iklim.

Kemudian, Yulianti menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok teknologi sel surya, mulai dari bahan dasar seperti polisilikon, ingot, dan wafer, hingga komponen lain seperti low iron tempered glass. 

Kebijakan Penyimpanan Karbon di Indonesia Disebut Belum Terimplementasi dengan Baik

"Kami berharap seluruh rantai pasok ini bisa dibangun di Indonesia," kata Yulianti.

Yulianti mengatakan untuk mempercepat pengembangan ini, pemerintah mengajak perusahaan manufaktur untuk berinvestasi dan membangun pabrik mereka di Indonesia.

Bagikan:
pltsnet zero emissionenergi baru terbarukan
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending