Mengenal Autoimun, Penyakit yang Diidap Kartika Putri

Gatal-gatal menjadi salah satu gejala penyakit autoimun. (Dokumen Freepik)
FAKTA.COM, Jakarta - Kartika Putri menjalani pengobatan di Singapura karena wajah dan mulut mengalami ruam dan melepuh. Dia mengungkapkan ada kemungkinan penyakitnya kambuh karena tidak cocok dengan salah satu obat yang dia minum selama perawatan.
"Qadarallah minggu lalu aku minum pain killer untuk treatment. Sepertinya imun aku lagi gak OK. Jadinya alergi sama obat pain killernya," tulis dia di Instagram Story, dikutip dari akun @kartikaputriworld, Jumat (23/2/2024).
Sekadar informasi, dia didiagnosis dokter mengidap penyakit ini lima tahun yang lalu.
Ngomong-ngomong, apa itu penyakit autoimun?
Mengutip laman National Institute of Environmental Health Sciences, sistem kekebalan tubuh yang sehat, bisa melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi.
Namun, sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi, akan keliru menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat. Kondisi ini bernama autoimun. Penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh, melemahkan fungsi organ, hingga mengancam jiwa.
Ada 80 jenis penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan psoriasis. Pasien berkemungkinan menderita selama bertahun-tahun sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat. Mayoritas penyakit autoimun belum ada obatnya dan beberapa di antaranya memerlukan pengobatan seumur hidup untuk meringankan gejala.
Di Amerika, misalnya, ada 50 juta orang mengidap autoimun dan menjadi penyakit ketiga yang paling umum setelah kanker dan sakit jantung. Hampir 80% penderita autoimun kronis merupakan wanita.
Mengutip Medline Plus, tidak diketahui secara pasti penyebab seseorang terkena penyakit ini. Disebutkan juga bahwa autoimun ini tidak menular, tetapi cenderung diturunkan dalam keluarga. Kemudian, virus, bahan kimia, dan lingkungan bisa memicu penyakit autoimun jika sudah memiliki gennya.
Gejala Penyakit Autoimun
Lantas apa gejala penyakit autoimun? Penyakit ini biasanya ditandai dengan ruam kemerahan, bengkak, panas, dan nyeri.
Gejala penyakit autoimun bisa muncul dan menghilang. Saat kambuh, penyakit ini bisa memimbilkan gejala yang lebih parah. Tetapi, jika dinyatakan "remisi", itu berarti autoimun seseorang membaik atau hilang dalam jsngka waktu tertentu.
Penyakit Autoimun Tidak Bisa Sembuh
Dikutip dari laman Universitas Indonesia, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi di Klinik Mayapada Hospital, Prof. Dr. dr. Idris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM, berkata penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan. Meskipun demikian, pasien tetap bisa beraktivitas normal dengan menjalani perawatan dan pengobatan dari dokter.
Selain itu, pengidap autoimun juga harus menerapkan pola hidup yang sehat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
"Penderita juga harus mengurangi stres, rutin berolahraga, mengkonsumsi obat teratur, dan kontrol rutin ke dokter," kata Idris.













