Cegah Penularan Flu Singapura, Begini Cara Pencegahannya

Ilustrasi gejala khas dari penderita Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau flu singapura berupa lesi dengan cairan. (ANTARA/situs web CDC AS)
FAKTA.COM, Jakarta - Flu Singapura yang dalam bahasa medis bernama Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang sangat menular.
Gejalanya yakni terdapat lesi seperti cacar di tangan dan kaki, serta sariawan di mulut. Flu yang disebabkan oleh Coxsackievirus A 16 (CVA16) dan Enterovirus 71 (EV-71) ini sering kali menyerang anak-anak 0-5 tahun. Akan tetapi, bukan berarti orang dewasa tidak akan tertular penyakit ini.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan kiat-kiat yang bisa dilakukan oleh pengasuh atau orang tua untuk merawat anak sebagai pasien dari penyakit Flu Singapura di rumah, sehingga penyakit itu tidak menular ke anggota keluarga lainnya.
Langkah pertama dalam penanganan pada anak dengan HFMD di rumah ialah mengisolasi pasien secara terpisah dari anggota keluarga lainnya dan memisahkan secara khusus barang-barang yang dipakai untuk sehari-hari.
"Penularannya bisa lewat kontak langsung dan kontak tidak langsung, jadi kalau ada yang kena HFMD yang harus dilakukan ialah diisolasi. Kemudian untuk tempat minum, tempat makannya, itu harus disendirikan karena merupakan salah satu sumber penularan," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo Sp.A(K) pada, Senin (29/10/2024).
Berikut beberapa rekomendasi IDAI terkait pencegahan penularan HFMD:
- Pisahkan anak yang sakit dengan anggota keluarga lain, terutama jika ada anak kecil lainnya
- perhatikan pola makan dan asupan yang diberikan kepada pasien, nutrisi harus seimbang agar imunitas bekerja dengan baik untuk melawan virus
- berkonsultasi dengan tenaga medis dan pastikan minum obat secara teratur- tetap mandi untuk menjaga kesehatan kulit
"HFMD kan lesinya ada vesikel (lepuh kecil pada kulit berisi cairan), kalau dia misalnya tidak mandi sehingga terkontaminasi dengan kuman yang dari kulit maka vesikel yang asalnya isi air malah jadi nanah, jadi infeksi. Tetap harus mandi, justru kalau bisa mandinya dengan antiseptik," kata dr Edi.
Gejala yang harus diwaspadai untuk segera membawa ke dokter:
- demam tinggi di atas 38,5 derajat celcius
- menolak untuk makan karena adanya lesi di dalam mulut
- mengalami penurunan kesadaran dengan demam yang konstan
"Kalau kesadarannya sudah menurun, maka itu harus segera dibawa (ke fasilitas kesehatan untuk penanganan tenaga medis) karena salah satu komplikasi yang bisa terjadi dan berbahaya ialah radang otak atau meningitis," katanya.
Flu Singapura dan HFMD dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan kasus di Indonesia, selama triwulan I (Januari-Maret 2024) Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 6.500 kasus yang terjadi.
Beberapa gejala khas yang timbul dari HFMD ialah munculnya lesi dengan vesikel di area telapak tangan dan kaki serta mulut, biasanya penderita juga mengalami nyeri pada tenggorokan, demam, dan kehilangan selera makan.
Pasien HFMD dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat di rumah, namun apabila terjadi komplikasi HFMD menjadi penyakit yang berbahaya.
Penyakit ini dapat memicu terjadinya radang otak baik itu meningitis atau ensefalitas yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. (ANT)













