Curhat Ria Ricis, Banyak Mainan Bikin Moana Speech Delay, Kok Bisa?
.jpg)
Ria ricis. (Instagram @riaricis1795)
FAKTA.COM, Jakarta - Putri YouTuber Ria Ricis, Moana, disebut mengalami speech delay atau gangguan keterlambatan anak dalam berbicara atau memahami bahasa.
Menurut Ricis, ketika dicek, kondisi ini disebabkan oleh terlalu banyak mainan atau distraksi.
Ria Ricis mengungkapkan hal ini dalam YouTube Melaney Ricardo. Awalnya hal ini terungkap saat Ricis menyadari bahwa di usia 1 tahun, Moana belum bisa mengucapkan kata-kata.
Ia bahkan sampai ke empat dokter spesialis anak untuk memeriksa Moana. Tiga dokter menyatakan bahwa Moana speech delay, sedangkan dokter keempat menyebut Moana mengalami ADHD.
Kemudian, ada yang menyarankan membawa Moana ke dokter psikolog yang akhirnya memberikan jawaban berbeda.
"Akhirnya dipanggil ke rumah, (dokter) keliling rumah untuk riset, dan jawabannya ternyata satu, kebanyakan mainan salah satu opsi dia speech delay," ungkap Ricis dikutip dari YouTube Melaney Ricardo, Jumat (25/10/2024).
Lantas, apakah benar banyak mainan dapat menyebabkan speech delay?
Dikutip dari jurnal di National Library of Medicine, Jumat (25/10/2024), mainan elektronik khususnya, dapat menyebabkan keterlambatan bicara pada anak.
Penyebabnya, saat anak-anak bermain dengan mainan elektronik, orang tua menjadi lebih sedikit berbicara. Pertukaran verbal antara orang tua dan bayi jadi jarang terjadi, serta orang tua lebih jarang menanggapi anak mereka.
"Mainan elektronik yang mengeluarkan suara atau lampu sangat efektif untuk menarik perhatian anak-anak dengan mengaktifkan refleks orientasi mereka. Refleks primitif ini memaksa pikiran untuk fokus pada rangsangan visual atau pendengaran yang baru." ujar Dr Jenny Radesky, dari Fakultas Kedokteran Universitas Michigan.
Mainan dengan suara dan lampu yang berkedip mungkin menarik, tetapi sebenarnya dapat mencegah anak-anak untuk terlibat dalam dunia di sekitar mereka dan dari eksplorasi yang membuat pembelajaran mereka lebih bermakna.
Tidak hanya itu, jumlah mainan yang banyak juga dapat menyebabkan distraksi, sehingga anak menjadi kurang fokus untuk eksplorasi.
Membaca dan sedikit mainan lebih baik
Penelitian menyebutkan bahwa mainan tradisional dapat menghasilkan interaksi verbal yang tinggi, seperti saat membaca buku. Jumlah mainan yang sedikit akan membuat anak lebih kreatif, dan mendorong komunikasi verbal.
Bermain adalah cara anak-anak mempelajari keterampilan baru, dan bahasa adalah salah satu keterampilan terpenting yang dipelajari anak-anak saat mereka bermain.
Semakin banyak mainan tradisional yang digunakan dan cerita yang dibacakan dengan suara keras, semakin banyak kata yang akan dikenalkan kepada anak-anak.
Tidak perlu mainan mahal, bahkan hanya dengan panci dan wajan, ataupun selimut untuk bermain 'cilukba' bisa mengembangkan bahasa anak.













