Upaya Selama 100 tahun, Mesir Akhirnya Bebas Malaria

Nyamuk. Freepik
FAKTA.COM, Jakarta - Mesir telah disertifikasi bebas malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Ini merupakan sebuah pencapaian yang dipuji bersejarah oleh WHO, karena upaya negara tersebut selama 100 tahun.
"Malaria setua peradaban Mesir itu sendiri, tetapi penyakit yang menjangkiti firaun kini menjadi bagian dari sejarahnya," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari BBC, Kamis (24/10/2024).
Pemerintah Mesir meluncurkan upaya pertama mereka untuk memberantas penyakit menular yang ditularkan melalui nyamuk yang mematikan ini hampir 100 tahun yang lalu.
Sertifikasi diberikan ketika suatu negara membuktikan bahwa rantai penularan terputus setidaknya selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya. Malaria membunuh sedikitnya 600.000 orang setiap tahun, hampir semuanya di Afrika.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (20/10/2024), WHO memuji pemerintah dan rakyat Mesir atas upaya mereka untuk mengakhiri penyakit yang telah ada di negara itu sejak zaman kuno.
Dikatakan bahwa Mesir adalah negara ketiga yang disertifikasi di Wilayah Mediterania Timur WHO, setelah Uni Emirat Arab dan Maroko. Secara global, 44 negara dan satu wilayah telah mencapai tonggak sejarah ini.
Namun WHO mengatakan sertifikasi tersebut hanyalah awal dari fase baru. Badan PBB tersebut mendesak Mesir untuk waspada guna mempertahankan status bebas malarianya.
Untuk mendapatkan sertifikasi WHO, suatu negara harus menunjukkan kapasitas untuk mencegah penularan kembali.
Badan kesehatan masyarakat PBB tersebut mengatakan, upaya pertama untuk membatasi kontak manusia-nyamuk di Mesir dimulai pada tahun 1920-an. Saat itu, Mesir mulai melarang penanaman padi dan tanaman pertanian di dekat rumah.
Malaria disebabkan oleh parasit kompleks yang disebarkan oleh gigitan nyamuk. Vaksin sekarang digunakan di beberapa tempat, tetapi memantau penyakit dan menghindari gigitan nyamuk adalah cara yang paling efektif untuk mencegah malaria.