Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. Catat! Mulai 17 Agustus, Pemer...

Catat! Mulai 17 Agustus, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi

Seorang petugas sedang mengisi BBM subsidi. (Dokumen Pertamina)

Seorang petugas sedang mengisi BBM subsidi. (Dokumen Pertamina)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Rencana pemerintah untuk mengevaluasi BBM bersubsidi, mulai terealisasi. Salah satu alasannya, untuk mengurangi polusi udara dengan mendorong pengganti bensin melalui bioetanol.

Mengenai rencana itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan pun buka suara. Melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, dia menerangkan, pemerintah akan memperketat pembelian BBM bersubsidi.

"Kita berharap 17 agustus ini sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu bisa kita kurangi," kata Luhut, Selasa (9/7/2024).

Subsidi BBM Dievaluasi Juni? Jokowi: Dihitung Dulu, Bisa Pengaruhi Semuanya

Meski begitu, pemerintah bukan tanpa solusi. Kata Luhut, pemerintah telah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk menyiapkan bahan bakar bioetanol.

"Sekarang lagi diproses. Kalau semua berjalan dengan baik, bisa menghemat dan menekan pemberian subsidi tidak pada tempatnya," ujar dia.

Luhut menjelaskan, selama ini penggunaan BBM yang ada menghasilkan sulfur hingga 500 ppm. Sementara, pemerintah berencana menekan angka sulfur hingga 50 ppm.

Dia pun meyakini, pengurangan sulfur bisa menekan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). "Sehingga pembayaran BPJS untuk penyakit tersebut bisa kita hemat sampai Rp38 triliun. Jadi banyak inefisiensi yang secara bertahap kita bereskan," tutur Luhut.

Antisipasi Penyalahgunaan BBM Subsidi, BPH Migas Usulkan Pemblokiran QR Code

Sebelum pernyataan Luhut, Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan akan mengevaluasi subsidi BBM. "Semuanya dilihat dari fiskal negara, mampu atau tidak mampu, kuat atau tidak kuat, harga minyaknya sampai seberapa tinggi. Semuanya akan dikalkulasi, semuanya akan dihitung lewat pertimbangan yang matang," kata Jokowi.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi telah memperkirakan, pemerintah juga akan mengurangi subsidi BBM karena pelemahan nilai tukar rupiah. "Bahkan ini sudah terjadi, di beberapa SPBU sudah menghilang pertalite dan pertamax, sehingga beralih ke pertamax turbo," kata Ibrahim mengungkapkan.

Bagikan:
fakta.combbm subsidibbmpt pertamina (persero)jokowimenko marves luhut pandjaitan
ADS

Update News

Trending