Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. Selain Asumsi Makro, Ini Keran...

Selain Asumsi Makro, Ini Kerangka Ekonomi dan Pokok Kebijakan Fiskal 2025

Menkeu, Sri Mulyani. (Dokumen Kemenkeu)

Menkeu, Sri Mulyani. (Dokumen Kemenkeu)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan sudah ada kesepakatan sementara antara pemerintah dengan Panitia Kerja (Panja) A Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai postur makro fiskal 2025.

Rinciannya, pertumbuhan ekonomi yang disepakati berkisar 5,1%-5,5%. Kemudian inflasi 1,5%-3,5%.

Selain itu ada nilai tukar rupiah Rp15.300-Rp15.900 per US$. Lalu, yield surat berharga negara (SBN) 6,9%-7,2%.

"Di sisi lain ada harga minyak US$75-US$85 per barel. Lifting minyak 580-605 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.003-1.047 juta barel per hari," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025, Senin (24/6/2024).

Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro 2025, Ini Perbandingannya dengan 2024

Sri Muyani juga memaparkan indikator pembangunan. Mulai dari tingkat kemiskinan disepakati diturunkan ke 7%-8%, tingkat kemiskinan ekstrem 0%, rasio gini 0,379-0,382.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan 4,5%-5%, indeks modal manusia 0,56, Nilai Tukar Petani (NTP) 115-120, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) 105-106

Sri Mulyani menjelaskan, postur APBN 2025 yang sudah dibahas dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), baik asumsi dengan Komisi XI dan Komisi VII DPR.

"Mencakup pendapatan negara 12,3%-12,36% dari Produk Domestik Bruto (PDB), belanja negara 14,59%-15,18% dari PDB, defisit keseimbangan primer 0,15%-0,61% dari PDB, serta defisit 2,29%-2,82% dari PDB," kata Sri Mulyani menambahkan.

Gubernur BI Lebih Optimis Terhadap Asumsi Makro Ekonomi 2025

Seluruh kesepakatan mengenai postur makro fiskal 2025 tersebut akan disahkan pada Juli 2024 dengan Banggar dan Sidang Paripurna pada 9 Juli 2024.

"Dengan kesepakatan ini, nanti kami akan menyusun RABPN 2025 yang akan disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi kepada Sidang Paripurna DPR tanggal 16 Agustus," ucap Sri Mulyani. (ANT)

Bagikan:
rapbn 2025apbn 2025asumsi makro perekonomianmenteri keuangan sri mulyani
ADS

Trending

Update News