Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. BI <i>Rate</i> Resmi Bertahan ...

BI Rate Resmi Bertahan 6,25% dalam 3 Bulan, Ini Alasan Bank Indonesia

Rapat Dewan Gubernur BI 19-20 Juni 2024. (Dokumen Bank Indonesia)

Rapat Dewan Gubernur BI 19-20 Juni 2024. (Dokumen Bank Indonesia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 6,25%. Dalam waktu bersamaan, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%.

Dengan begitu, level BI rate 6,25% telah bertahan dalam tiga bulan terakhir.

Lantas, apa alasan Bank Indonesia? Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

BI Rate Belum Turun, Bunga Simpanan Bank Berpotensi Naik

"Kebijakan ini didukung dengan penguatan operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah dan masuknya aliran modal asing. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Perry, Kamis (20/6/2024).

Selain itu, kata Perry, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Menanti Penurunan Suku Bunga, Penjualan Mobil Bisa Pulih di Kuartal IV

Sementara, kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

Sebagai informasi, BI rate sudah berada di level 6,25% sejak April 2024. Sebelum itu, BI rate cukup lama bertahan di level 6%.

Bagikan:
bi ratesuku bunga acuanbank indonesia
ADS

Trending

Update News