Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. Pencairan THR Sudah Rp13 Trili...

Pencairan THR Sudah Rp13 Triliun, Pensiunan Paling Cepat

Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet

Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa sampai dengan 24 Maret 2024 pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah terealisasi Rp13,4 triliun dari total anggaran Rp48,7 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penyaluran bagi ASN pusat dan TNI/Polri sudah sebesar Rp3,2 triliun.

“THR untuk ASN pusat ini berasal dari APBN,” ujarnya saat kepada wartawan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (25/3/2024).

Kemudian untuk THR bagi ASN daerah dan guru daerah belum mendapat laporan terkini. Adapun, alokasi anggarannya berasal dari APBD pemerintah setempat.

Sementara untuk THR bagi para pensiunan ASN sudah disalurkan sebesar Rp10,2 triliun yang berasal dari APBN langsung.

“THR pensiunan paling cepat karena sudah Rp10,2 triliun dari alokasi Rp11,7 triliun. THR ini pembayarannya melalui Taspen dan Asabri,” tutur dia.

Secara mendetail, anggaran THR Rp48,7 triliun ini diperuntukan bagi ASN pusat Rp18 triliun, ASN daerah Rp19 triliun, serta pensiunan Rp11,7 triliun.

Fakta.com mencatat, Tunjangan Hari Raya tahun ini diberikan secara penuh tanpa penyesuaian seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama saat pandemi COVID-19. 

Hal tersebut dikarenakan penerimaan negara cukup moncer sepanjang tahun lalu dengan menembus target dua kali, yakni UU APBN 2023 dan perubahan di Perpres 75/2023.

Untuk ASN aktif diberikan gaji pokok, tunjangan jabatan/umum, tunjangan yang melekat di gaji pokok, 100% tunjangan kinerja, dan 100% tunjangan profesi guru/dosen. 

Lalu, untuk pensiunan diberikan komponen pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan.

Bagikan:
thrkementerian keuanganapbnasnsri mulyani indrawatiekonomi
ADS

Trending

Update News