Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. internasional
  3. Profil Ismail Haniyeh, Pemimpi...

Profil Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Tewas Dibunuh Israel

Ismail Haniyeh. (Istimewa)

Ismail Haniyeh. (Istimewa)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, tewas diserang oleh Israel pada Rabu (31/7/2024) pagi di kediamannya di Teheran, Iran.

Selain Haniyeh, salah satu pengawalnya juga tewas. Ia dibunuh beberapa jam setelah pertemuannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Selasa (30/7/2024).

Ismail Haniyeh lahir pada 29 Januari 1962 di kamp pengungsi Al-Shāṭiʾ, Jalur Gaza. Orang tuanya melarikan diri dari kota Asqalan setelah negara Israel didirikan pada tahun 1948.

Haniyeh belajar di Institut al-Azhar di Gaza dan lulus dengan gelar sastra Arab dari Universitas Islam di Gaza. Saat kuliah pada tahun 1983, Haniyeh bergabung dengan Blok Mahasiswa Islam, cikal bakal Hamas.

Tahun kelulusannya, 1987, menandai dimulainya pemberontakan massal Palestina pertama melawan pendudukan Israel, yang dikenal sebagai Intifada Pertama. Pada masa-masa tersebut Hamas berdiri sebagai kelompok resmi.

Pemimpin Hamas Tewas Diserang Israel di Kediamannya di Iran

Otoritas Israel memenjarakan Haniyeh selama 18 hari saat ia ikut serta dalam protes terhadap pendudukan. Setahun kemudian, pada tahun 1988, ia dipenjara lagi selama enam bulan dan menghabiskan tiga tahun lagi di penjara pada tahun 1989 atas tuduhan bahwa ia adalah anggota Hamas, saat Intifada berlangsung.

Setelah dibebaskan, Israel mendeportasi Haniyeh ke Lebanon selatan bersama dengan para pemimpin senior Hamas lainnya. Ia menghabiskan waktu selama setahun di Lebanon. Setelah penandatanganan Perjanjian Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina, Haniyeh kembali ke Gaza.

Pemimpinnya Tewas, Hamas Ancam Balas Israel

Haniyeh pernah menjabat sebagai perdana menteri Otoritas Palestina (PA) pada tahun 2006-2007, setelah Hamas memenangkan mayoritas kursi dalam pemilihan legislatif Palestina tahun 2006. 

Jabatan tersebut berakhir setelah pertikaian antarfaksi dengan Fatah yang menyebabkan pembubaran pemerintah dan pembentukan pemerintahan otonom yang dipimpin Hamas di Jalur Gaza.

Haniyeh kemudian menjabat sebagai pemimpin pemerintahan de facto di Jalur Gaza pada 2007 - 2014. Pada tahun 2017, ia dipilih untuk menggantikan Khaled Meshaal sebagai kepala biro politik Hamas, jabatan yang dipimpinnya hingga tewas pada Rabu (31/7/2024).

Bagikan:
Pemimpin Hamas tewasPemimpin Hamas Ismail HaniyehHamasperang palestina-israelkonflik palestina-israelisrael-palestinapalestina
ADS

Update News

Trending