Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Prabowo Heran Masih Banyak Sekolah Rusak dan Toiletnya Satu

Presiden RI, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Sekretariat Presiden

Presiden RI, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Foto: Sekretariat Presiden

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto masih merasa heran dengan pendidikan di Indonesia. Dia heran alokasi anggaran untuk pendidikan sudah 22 persen dalam APBN, namun masih banyak sekolah yang rusak.

“Kita masih melihat tadi, dan kita tahu begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak. Padahal kalau kita buka-bukaan anggarannya ada. Bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu, WC-nya satu," kata Presiden dalam pidatonya pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).

Padahal, kata Prabowo, jika dibandingkan dengan negara lain, anggaran pendidikan di Indonesia termasuk yang paling tinggi.

“Kita bandingkan dengan negara lain, negara India, yang utama nomor 1 (alokasi APBN-nya, red.) adalah pertahanan. Memang, mereka mengalami kemungkinan ancaman terhadap pertahanan mereka,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga: Program Kampus Merdeka Diganti Diktisaintek Berdampak, Apa Itu?

Sementara Indonesia, kata Presiden, sedang dalam masa aman dan damai, sehingga perlu lebih berkonsentrasi untuk mendorong pembangunan masyarakat dengan mengutamakan pendidikan.

Karena itu, Presiden mengingatkan para menteri dan pejabat pemerintahan lainnya untuk memastikan anggaran pendidikan pada program-program yang tepat sasaran.

“Marilah kita waspada. Mari kita jujur kepada diri kita sendiri. Tidak kita mencari kesalahan siapa pun. Mari kita jujur kepada diri sendiri. Mari kita bertanya apakah anggaran pendidikan yang begitu besar sudah bertahun-tahun, sampai atau tidak kepada alamat yang harusnya ditujukan,” kata Presiden.

Bukan cuma pemerintah pusat, ia juga meminta pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota untuk bersama-sama mengemban tanggung jawab agar sektor Pendidikan menjadi lebih baik.

"Ini saya ingatkan tanggung jawab dari pemerintah daerah, tanggung jawab dari wali kota, bupati, gubernur bersama-sama,” kata Presiden.

Presiden menegaskan perbaikan sekolah-sekolah menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah saat ini. Untuk tahap awal, Prabowo menargetkan memperbaiki bangunan kurang lebih 11.000 sekolah di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga: Mendikdasmen: Pendidikan Dasar Jadi Fondasi Penentu Kemajuan Bangsa

Walaupun demikian, Presiden mengakui jumlah itu belum cukup. Apalagi, kata Prabowo, jumlah seluruh sekolah di Indonesia mencapai sekitar 330.000 sekolah, yang sekitar 200.000 di antaranya sekolah negeri.

“Saya memang mengetatkan anggaran. Saya kira kalau dicek cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah. Tapi tidak cukup. Berapa? Rp 16-17 triliun ya. Mungkin hanya cukup untuk 11 ribu sekolah. Ini tidak cukup,” kata Presiden.

Dengan perbaikan 11.000 sekolah per tahun, Prabowo memperkirakan perlu 30 tahun hingga semua sekolah bisa diperbaiki. Tapi, Prabowo berkata tidak boleh sampai 30 tahun untuk memperbaiki sekolah-sekolah itu.

"Karena itulah, saya bertekad melakukan penghematan terus-menerus. Kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya,” ujar Prabowo.

KPK mencatat 12 persen sekolah masih menyelewengkan dana BOS karena lemahnya sistem pengawasan dan regulasi teknis. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyoroti perlunya panduan operasional yang lebih rinci untuk mencegah penyalahgunaan dana tersebut. Ia mengajak orang tua, masyarakat, dan… pic.twitter.com/Bqc2tITPlT

— Faktacom (@Faktacom_) April 25, 2025
Bagikan:
HardiknasHari Pendidikan NasionalPresiden Prabowo Subiantoanggaran pendidikanMendikdasmenAbdul Mu'ti
ADS

Trending

Update News

  1. Home
  2. humaniora
  3. Prabowo Heran Masih Banyak Sek...