Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Program Kampus Merdeka Diganti...

Program Kampus Merdeka Diganti Diktisaintek Berdampak, Apa Itu?

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam konferensi pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Fakta.com/Yasmina Shofa

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam konferensi pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Fakta.com/Yasmina Shofa

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan program nasional baru bertajuk 'Diktisaintek Berdampak.'

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan program ini disebut merupakan kelanjutan dari program 'Kampus Merdeka.' Dalam program itu, Kemendiktisaintek menekankan kolaborasi dan kontribusi nyata kampus terhadap masyarakat, industri, dan pemerintahan.

Baca Juga: Mendiktisaintek Dorong Peran Industri dalam Riset Akademik

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi kekuatan penggerak kemajuan daerah.

“Harapannya adalah agar kampus menjadi akselerator bagi kemajuan wilayah, kampus menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di daerahnya masing-masing,” ungkap Brian dalam konferensi pers seusai peluncuran program di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (2/5/2025).

Baca Juga: Mendiktisaintek Tegaskan KIP dan UKT Tidak Naik

Brian menambahkan, berbagai program 'Kampus Merdeka' sebelumnya akan tetap berjalan, seperti mendekatkan civitas akademika di kampus dengan industri. Namun, akan ada sejumlah kebaruan.

"Perguruan tinggi yang ada di Indonesia bisa bergandengan tangan bersama-sama dengan pemerintah daerah, bersama-sama dengan masyarakat dan UMKM, mendorong kampus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di daerahnya masing-masing," kata Brian. 


Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menjelaskan bahwa perubahan utama antara kedua program ini adalah dari output-based ke outcome-based.

“Kalau dulu (misalnya beasiswa), hanya dihitung berapa yang dapat. Kalau sekarang, dia bisa lulus, dapat kerja. Kalau dulu kewirausahaan hanya ada eksibisi, sekarang yang dihitung berapa yang jadi startup yang berkelanjutan,” tambah Togar.

Baca Juga: DPR Setuju Penjurusan SMA, Kurikulum Nadiem Bertentangan dengan PP

Lebih lanjut, Togar menjelaskan beberapa program yang ke depannya akan dijalankan melalui inisiatif Diktisaintek Berdampak.

  1. Magang Berbasis Dampak - Program ini tetap tersedia dan ditingkatkan dengan keterlibatan langsung industri dalam penyusunan kurikulum dan evaluasi kontribusi mahasiswa.
  2. Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa - Mahasiswa dengan ilmu kepemimpinan untuk mempersiapkannya menjadi calon pemimpin masa depan.
  3. Model Pembelajaran Berbasis Capaian – program-program akan disesuaikan dengan outcome dari masing-masing program studi, termasuk fleksibilitas SKS.
Baca Juga: Kolaborasi dengan 30 Perguruan Tinggi, Mendiktisaintek Dorong Riset Pangan

“Yang penting mahasiswa bisa mendefinisikan apa manfaat bagi perusahaan, bagi dirinya sendiri, dan relevansi dengan prodi yang dia ambil. Kita enggak punya target angka, tapi target dampak,” tegas Togar.

Menurut Togar, kerja sama dengan sektor swasta disebut akan diperluas dengan skema pembiayaan dan dukungan yang disesuaikan, tergantung kontribusi masing-masing mitra industri.

Bagikan:
Kemendikti Saintekkampus merdekaperguruan tinggisistem pendidikanBrian Yuliarto
Loading...
ADS

Update News

Mendiktisaintek Ganti Kampus Merdeka

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, meluncurkan program 'Diktisaintek Berdampak' yang menjadi kelanjutan dari program 'Kampus Merdeka' di Jakarta, Jumat (2/5/2025). Fakta.com/Yasmina Shofa

Trending