Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Tuai Polemik, Program Siswa Nakal Masuk Barak TNI ala KDM

Ilustrasi. Siswa nakal di Jawa Barat direncanakan masuk barak militer. (Tangkapan layar YouTube TNI AD)

Ilustrasi. Siswa nakal di Jawa Barat direncanakan masuk barak militer. (Tangkapan layar YouTube TNI AD)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Meski maksudnya baik, usul Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk membina anak-anak yang berperilaku nakal dengan melibatkan TNI dan Polri dinilai masih butuh pematangan teknis soal kurikulum dan kajiannya.

Politikus Partai Gerindra itu mengaku akan mulai "menyekolahkan" siswa bermasalah di Jabar di barak militer mulai hari ini, Jumat (2/5/2025).

Program ini bakal diterapkan bertahap di beberapa kabupaten/kota di Jabar yang sudah siap.

Baca Juga: Dedi Mulyadi akan Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer Mulai 2 Mei

Penjelasan Dedi

Program ini dilatarbelakangi keprihatinan KDM terhadap menurunnya kondisi fisik, daya saing, disiplin anak-anak, serta kasus-kasus kriminal yang dilakukan siswa.

Di saat yang sama, Dedi menyebut banyak orang tua dan guru semakin kesulitan menangani perilaku siswa, karena takut bersikap tegas khawatir dikriminalisasi.

"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," kata Dedi, melansir Antara, 27 April 2025.

DPR minta kejelasan kurikulum 

Anggota Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengaku tak masalah dengan rencana KDM memasukkan siswa ke barak sepanjang kurikulumnya jelas, pihak yang terlibat kompeten dalam pendidikan, serta kajian terkait program ini berbasis ilmiah.

Pasalnya, ini terkait pula dengan pertanggungjawaban anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

"Pada prinsipnya niatanya Kang Dedi ini bagus, tapi sekali lagi tolong ajak diskusi pemangku-pemangku pendidikan, baik di daerah maupun di pusat," ucapnya, Selasa (22/4/2025).

Mendikdasmen masih ogah komentar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti enggan memberikan komentar terkait rencana KDM membina siswa bermasalah lewat pendidikan karakter di barak TNI.

“Saya no comment dulu ya. Teman-teman wartawan bisa cari pakar pendidikan lain yang lebih top dari saya,” ujar dia, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/4/2025).

“Kami juga baru tahu itu dari media, jadi belum bisa memberikan tanggapan,” ujarnya.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Kata pengamat pendidikan

Pengamat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai program wajib militer bagi anak bermasalah di Jabar berseberangan dengan konsep pedagogi yang mengedepankan kebutuhan dan karakter peserta didik.

"Anak nakal itu kan tidak bisa diseragamkan. Masalahnya kan bisa beda-beda dan TNI bukan obat segala masalah," kata dia, Rabu (23/4/2025) dikutip dari Antara.

Gedung Rektorat UPI Bandung. Pakar pendidikan UPI meminta kejelasan soal kurikulum program KDM ini. (dok. UPI)

Dirinya mendukung jika program ini dilaksanakan secara menyeluruh terhadap siswa dengan landasan program Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Namun, program ini harus melibatkan tenaga pendidikan anak, kesehatan, psikolog, tak cuma TNI. Selain itu, Cecep mendorong ada peta jalan program yang jelas beserta kurikulumnya.

Tanggapan gubernur Lain

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku tak akan menerapkan kebijakan serupa di provinsinya. Menurut dia, anak di bawah umur yang melakukan tindak pidana seharusnya dikembalikan ke orang tua dan guru masing-masing.

Bagi mereka yang sudah berusia 18 tahun akan diusut tindak pidana agar menimbulkan efek jera.

Luthfi mengeklaim caranya ini telah menuntaskan berbagai permasalahan kenakalan remaja di Provinsi Jawa Tengah. "Dan buktinya di Jawa Tengah mampu untuk mengatasi itu semua," klaim dia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025).

Panglima TNI akui punya kurikulum

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pihaknya memiliki satuan bernama Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam). Fungsi utamanya adalah pendidikan prajurit di Kodam.

Satuan ini, kata dia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025), pun sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan swasta dan BUMN untuk mendidik kedisiplinan karyawan mereka.

TNI, kata Agus, sudah punya kurikulum untuk pendidikan bagi pihak luar itu disesuaikan dengan durasi pendidikan di Rindam tersebut.

Saat ditanya soal bentuk militerisme, Agus, sambil tersenyum, menjawab, "Jangan berlebihan ya."

Bagikan:
komcadsiswa masuk barakdedi mulyadikdmdprMendikdasmen
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. humaniora
  3. Tuai Polemik, Program Siswa Na...

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bicara rencana memasukkan siswa nakal ke barak TNI

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan soal rencana memasukkan siswa nakal ke barak TNI, di Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Anggota Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani soal siswa masuk barak

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Anggota Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani merespons rencana KDM memasukkan siswa nakal ke barak TNI, di Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi merespons rencana siswa masuk barak

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespons rencana KDM memasukkan siswa nakal ke barak TNI, di Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Panglima TNI Agus Subiyanto merespons siswa nakal dikirim ke barak

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Panglima TNI Agus Subiyanto merespons rencana siswa nakal ke barak, di Jakarta, Rabu (30/4/2025). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Trending