Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Siswa Keracunan MBG di Cianjur...

Siswa Keracunan MBG di Cianjur, Mendikdasmen Baru Tau dari Media

Sejumlah siswa MAN I Cianjur, Jawa Barat mendapat perawatan di rumah sakit setelah mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis. ANTARA/Ahmad Fikri

Sejumlah siswa MAN I Cianjur, Jawa Barat mendapat perawatan di rumah sakit setelah mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis. ANTARA/Ahmad Fikri

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengaku baru tau adanya kasus puluhan siswa di Cianjur keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemberitaan media massa. Ia mendorong perlunya evaluasi lintas sektor.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur menyatakan bahwa total korban keracunan dari dua sekolah MAN I Cianjur dan SMP PGRI I Cianjur yang mendapat perawatan di RSUD Sayang dan Bhayangkara Cianjur kini sudah mencapai 79 orang.

Puluhan siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program MBG di sekolah masing-masing.

Baca Juga: Siswa di Cianjur Keracunan MBG, Polisi Periksa 10 Orang

Merespons hal ini, Mu’ti mengaku bahwa pihaknya baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media.

“Kami juga hanya mengetahui itu dari media massa,” ujarnya di Gedung Pusat Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Ia menyebut, meski bukan ranah langsung kementeriannya, insiden ini diharapkan dapat mendorong dilakukannya evaluasi pelaksanaan program MBG.

“Nah mudah-mudahan ini bisa menjadi evaluasi dari pihak-pihak yang terkait,” ucapnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditanya wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Fakta.com/Yasmino Shofa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditanya wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Fakta.com/Yasmino Shofa

Mu’ti berharap kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak terkait agar pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini ke depannya dapat lebih baik.

Menurut Mu’ti, permasalahan yang terjadi hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama. “Kalau ada masalah tentu itu bagian dari evaluasi kita bersama-sama,” tegas Mu’ti.

Ia juga menegaskan dukungan penuh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terhadap program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi anak sekolah.

Baca Juga: Dadan: Hasil Lab Kasus Keracunan MBG di Cianjur Keluar Pekan Depan

“Kami mendukung sepenuhnya program makan bergizi gratis ini,” pungkas Mu’ti.

Seperti diketahui, Dinkes Cianjur bahkan telah menetapkan insiden ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kasus ini menimbulkan sorotan tajam terhadap kesiapan teknis pelaksanaan program serta pengawasan mutu makanan yang dibagikan di sekolah-sekolah.

Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Hasilnya diperkirakan akan keluar dalam 7 hingga 10 hari ke depan.

Bagikan:
keracunan MBGman I cianjurKeracunan makananProgram Makan Bergizi GratisMendikdasmenAbdul Mu'ti
Loading...
ADS

Update News

Trending