Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. 400 Siswa SMP Buleleng Tak Bis...

400 Siswa SMP Buleleng Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Disleksia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditanya wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Fakta.com/Yasmino Shofa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditanya wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Fakta.com/Yasmino Shofa

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, membenarkan adanya ratusan siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali, yang masih belum bisa membaca. Namun, Mendikdasmen menyebut jumlah tersebut hanya segelintir dari total puluhan ribu siswa.

“Itu kami sudah komunikasi dengan dinas pendidikan di Buleleng, jumlahnya itu ada sekitar 400 dari sekian 10.000 murid, jadi persentasenya itu 0,0011 persen,” jelas Mu’ti saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Mu’ti mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng untuk menindaklanjuti persoalan ini.

Baca Juga: Genjot Minat Baca Anak, Pemerintah Bagikan Buku Gratis di Titik Keberangkatan Mudik

Sebelumnya, pada Kamis (3/4/2025) disebutkan bahwa Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, menemukan lebih dari 400 siswa SMP di daerah tersebut mengalami kesulitan membaca dan mengeja, bahkan sebagian di antaranya tidak mampu membaca sama sekali.

Mu’ti menggarisbawahi bahwa banyak dari siswa tersebut adalah anak-anak dengan kebutuhan khusus. “Mereka yang mengalami masalah itu sebagian dari anak-anak yang memang mengalami disleksia, anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan sekitar 400 siswa SMP di Buleleng, Bali, mengalami kesulitan membaca. Ia menyebutkan persentase ini sebesar 0,0011 persen dari total siswa. Mu'ti menjelaskan faktor-faktor seperti disleksia, kebutuhan khusus, dan… pic.twitter.com/fVyPXJI0DA

— Faktacom (@Faktacom_) April 23, 2025

Selain faktor disleksia, menurut Mu’ti, rendahnya kemampuan literasi ini juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga yang kurang mendukung perkembangan belajar anak.

“Dan memang anak-anak dari keluarga yang kurang mendapatkan perhatian dengan baik sebagai alasan motivasi belajar yang rendah,” lanjutnya.

Baca Juga: Pameran Buku, Sebuah Ikhtiar Menjaga Budaya Baca

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah responsif dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk membantu proses belajar anak-anak tersebut.

“Jadi kami sudah komunikasi dengan dinas pendidikan dan dinas pendidikan beserta pihak terkait juga membantu melayani murid-murid yang dianggap atau yang kemampuannya memang dianggap rendah,” jelasnya.

Mu’ti berharap penanganan yang telah dilakukan bisa memberikan dampak positif terhadap kemampuan literasi siswa ke depan.

“Maka langkah itu sudah ditindaklanjuti dan mudah-mudahan kedepan mereka dapat meningkat kemampuan literasi dan memorasi,” tambah Mu’ti.

Bagikan:
sistem pendidikanMendikdasmenAbdul Mu'tiSiswa tak bisa bacabali
Loading...
ADS

Update News

Trending