Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. humaniora
  3. Menkes Wajibkan Tes Kejiwaan 6...

Menkes Wajibkan Tes Kejiwaan 6 Bulan Sekali untuk Peserta PPDS

Menkes Budi Gunadi Sadikin memberi penghargaan bagi mendiang Dokter Aulia Risma, di Jakarta, Kamis (9/1/2025). (Fakta.com/Hendri Agung Pratama)

Menkes Budi Gunadi Sadikin memberi penghargaan bagi mendiang Dokter Aulia Risma, di Jakarta, Kamis (9/1/2025). (Fakta.com/Hendri Agung Pratama)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pelaksanaan tes kejiwaan secara rutin bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Tes kejiwaan bagi peserta PPDS diwajibkan menyusul munculnya berbagai kasus tekanan mental yang dialami oleh para peserta.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap enam bulan harus dilakukan screening psikologis, sehingga kondisi kejiwaan daripada peserta diri ini bisa kita monitor dengan rutin,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Senin (21/4/2025).

Menurut Budi, tes ini penting agar tekanan mental berat pada peserta dapat segera diidentifikasi dan ditangani. Ia menegaskan, selama ini kondisi mental PPDS kerap luput dari perhatian dan baru diketahui setelah muncul masalah.

“Kondisi mental PPDS tidak diketahui akibatnya meledak seperti ini. Kasian juga para PPDS ini. Itu sebabnya ujian psikologis ini akan kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga: PPDS Wajib Tes Kejiwaan, PDSKJI: Minimal Setahun Sekali

Terlebih, berdasarkan penyelidikan terhadap kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang peserta PPDS Universitas Padjadjaran di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), ditemukan bahwa pelaku mengidap kelainan jiwa.

Kemenkes pun telah menggandeng Kolegium Psikiatri untuk merancang instrumen tes yang sesuai standar.

“Kita sudah tanya ke Kolegium Psikiatri, ke dokter jiwa, dan sudah mendapatkan jawaban dari mereka. Ujiannya seperti apa,” kata Budi.

Baca Juga: Kemenkes Wajibkan Tes Kesehatan Mental untuk Peserta PPDS

Ia menegaskan bahwa uji psikologis sudah menjadi praktik umum di luar negeri dan perlu diadopsi dalam sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

“Mereka ada tools ya. Itu di luar negeri pun sudah standard. Jadi kalau, pak ini enggak ada ujiannya, enggak efisien, enggak efektif. Ini ada kok di luar negeri,” tegas Budi.

KKI minta tes kejiwaan jadi syarat wajib masuk pendidikan dokter spesialis usai maraknya kasus bunuh diri dan kekerasan seksual. Tes ini akan diulang secara berkala untuk pastikan kondisi mental dokter residen tetap stabil selama pendidikan berlangsung.#KesehatanMental… pic.twitter.com/vBxrHUR2Qw

— Faktacom (@Faktacom_) April 18, 2025

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Sjamsulaksan menambahkan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan Kemenkes dan sejumlah fakultas terkait untuk merancang model tes kejiwaan yang efektif dan berkala.

“Ini kami sedang berbicara dengan Kementerian Kesehatan bersama-sama dengan tim dari Fakultas Psikologi, Fakultas Neurologi dan semuanya ada di Fakultas kedokteran untuk mencari model yang terbaik,” kata Arief.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual PPDS Unpad, Karut Marut Kedokteran RI?

Ia menekankan pentingnya tes ini untuk mencegah adanya kasus perilaku menyimpang lain di program pendidikan spesialis kampusnya di masa depan.

“Kami akan cari bagaimana model terbaik yang akan dilakukan secara berkala dan ini untuk memastikan tidak ada lagi nanti perubahan perilaku pada saat sudah masuk,” pungkasnya.

Baca Juga: Kemenkes Minta STR Dokter Cabul di Garut Dicabut
Bagikan:
Ppdsmenteri kesehatanbudi gunadi sadikinKasus Pemerkosaankekerasan seksual
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending