Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Mendikdasmen: Pengajar Sekolah...

Mendikdasmen: Pengajar Sekolah Rakyat Guru PPG Kontrak Khusus

Ilustrasi sekolah. (ANTARA)

Ilustrasi sekolah. (ANTARA)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tenaga didik program Sekolah Rakyat diambil dari guru lulusan Program Pendidikan Guru (PPG) yang nantinya akan dikontrak secara khusus. Selain itu, juga pakai kurikulum dengan model Multi Entry-Multi Exit (MEME).

“Gurunya itu memang diusahakan dari guru-guru yang sudah lulus PPG yang belum ada penempatan,” kata Mu’ti usai menghadiri acara Halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadikbud) di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Lebih lanjut, Mu’ti menyampaikan syarat dan prosedur lainnya dalam seleksi guru Sekolah Rakyat yang akan segera diselenggarakan secara terbuka ini.

Baca Juga: Pemda Diminta Sediakan Lahan Minimal 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat

“Yang pertama jelas dia kan sudah PPG, nanti yang lain ya ada tes psikologi, ada tes lain-lain, karena nanti kan gurunya itu harus tinggal di asrama dan harus menjadi guru yang mendampingi murid-murid yang berasal dari latar belakang masyarakat yang tidak mampu itu,” jelas Mu’ti.

Pengajar pun akan diberi ikatan kontrak khusus, sebagai tenaga didik sekolah rakyat.

“Seleksi terbuka yang itu nanti sistemnya kontrak. Jadi dia bukan ASN, bukan P3K, tapi guru kontrak. Kontrak untuk sekolah rakyat,” tambahnya.

NaskahL Wafiq Azizah. Infografis: Rillo Hans Stevanus.

NaskahL Wafiq Azizah. Infografis: Rillo Hans Stevanus.

Untuk berapa lama ikatan kontrak tersebut, menurut Mu’ti akan berlangsung dinamis.

Mu’ti menambahkan kurikulum ini dirancang khusus, atau disebut tailor-made, untuk Sekolah Rakyat. Artinya, berbeda dengan sekolah-sekolah formal umumnya. “Sistemnya itu multi-entry, multi-exit,” ucapnya.

“Artinya begini, dia yang di sekolah rakyat itu tidak seperti sekolah biasa yang masuk bersama-sama kelas 1, kelas 2, kelas 3, enggak begitu,” terang Mu’ti.

Baca Juga: Mendikdasmen: Sekolah Rakyat Pakai Kurikulum MEME

Menurut Mu’ti, basis penilaiannya adalah capaian pembelajaran, jadi disebut sebagai multi-entry karena peserta didik bisa masuk di level mana saja.

Sementara itu, disebut multi-exit itu ketika peserta didik sudah memenuhi capaian pembelajaran siswa bisa melaniutkan ke jenjang atau tingkat selanjutnya. “Sudah memenuhi, dia bisa capai pembelajaran yang berikutnya,” kata Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa dengan sistem kurikulum tersebut maka calon peserta didik pun tidak harus memulai masa belajar dalam waktu yang sama dan dengan tes formal yang dilakukan serentak.

“Jadi enggak harus tes bareng-bareng sebagaimana sekolah-sekolah formal yang ada itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Tim: Sekolah Rakyat Bukan Pengganti, Tapi Pelengkap
Bagikan:
sekolah rakyatpendidikan gratisMendikdasmenAbdul Mu'ti
Loading...
ADS

Update News

Trending