Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Jakarta Healing saat Lebaran, DLH Catat Penurunan Polusi

Pemandangan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta pada sore hari, Minggu (26/1/2025). Fakta.com/Afwan Abdul Basit

Pemandangan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta pada sore hari, Minggu (26/1/2025). Fakta.com/Afwan Abdul Basit

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Kualitas udara di Jakarta selama perayaan Idul Fitri 2025 mengalami perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa (8/4/2025).

Menurut Asep, sepanjang periode libur Lebaran, yaitu dari 24 Maret hingga 6 April 2025, tingkat polusi udara menurun drastis.

Baca Juga: 1,9 Juta Mobil Tinggalkan Jakarta hingga H+2 Lebaran

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, konsentrasi polutan tercatat turun antara 43 hingga 75 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun 2023, penurunan berada di kisaran 18 hingga 69 persen.

"Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan bahwa pada hari pertama Idul Fitri, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori 'baik', dan pada hari kedua, statusnya berada di kategori 'sedang'," kata dia, dikutip dari Antara, Selasa (8/4/2025).

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra Ardiaputra (@pakindro)

DLH DKI Jakarta juga mencatat adanya penurunan yang signifikan pada partikel polutan PM 2,5 selama hari raya jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum Lebaran, khususnya dari H-7 hingga H-4. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari berkurangnya aktivitas kendaraan dan industri selama masa libur.

Penurunan polusi ini menunjukkan pentingnya pengaturan aktivitas harian demi kualitas udara yang lebih sehat di Jakarta.

Menariknya, berdasarkan data terbaru dari situs resmi ISPU milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Selasa (8/4/2025), titik pemantauan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) mencatat angka tertinggi selama periode pemantauan, yakni sebesar 87, meski masih berada dalam kategori ‘sedang’.

Baca Juga: Urbanisasi Pasca-Lebaran, Mampukah Jakarta Menampung Pendatang Baru?

Dalam seminggu terakhir, beredar foto dan video Jakarta dengan pemandangan langit biru di media sosial saat banyak orang meninggalkan kota terbesar di Indonesia itu untuk mudik Idulfitri 1446 Hijriah. Bahkan, jejeran gunung di sekitaran Bogor terlihat jelas dari Jakarta.

Bukan cuma langit yang membiru, kondisi Jakarta pun sepi. Jalan-jalan kosong melompong tanpa kemacetan. Transportasi umum lengang. Warganet menyebut fenomena itu hanya bisa tercipta saat Jakarta hanya meninggalkan 'pemain inti.' (Kiki Annisa Fadilah)

Jakarta kalo isi nya cuma pemain inti memang jadi kota yang nyaman banget yaa, transum saling terintegrasi, jalanan gak macet, ke mana-mana tinggal duduk gak panas2an & murah. pic.twitter.com/XRfWPZ6N5t

— Koh iYon (@wiyokooo) April 3, 2025
Bagikan:
jakartafenomena langitidulfitri 2025polusi jakartapolusi udara
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Jakarta Healing saat Lebaran, ...

Trending