Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Tren Gambar AI Dikecam, Menbud...

Tren Gambar AI Dikecam, Menbud Minta Seniman Adaptasi dengan AI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wamenbud Giring Ganesha saat ditemui di Graha Utama, Kompleks Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Fakta.com/Yasmina Shofa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wamenbud Giring Ganesha saat ditemui di Graha Utama, Kompleks Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Fakta.com/Yasmina Shofa

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Tren mengubah foto menjadi gambar bergaya kartun atau animasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) tengah marak di media sosial. Hal ini memunculkan kekhawatiran soal nasib para seniman.

Menanggapi keresahan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kemajuan teknologi AI tak bisa dihindari. “Jadi mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi. Jangan kita menghindar,” ujarnya saat ditemui di Graha Utama, Kompleks Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Ia tak menampik bahwa kekhawatiran soal AI mengambil alih lapangan kerja seniman adalah sesuatu yang masuk akal. “Dengan sendirinya realitas itu bisa terjadi. Karena ini tadi tools sebagai alat. Oleh karena itu, kita harus terus berdinamika, berkreasi,” ujarnya.

Baca Juga: Fadli Zon Siap Undang Musisi Bahas Polemik Hak Cipta & Royalti

Namun, jika dilihat dari kacamata yang lebih positif, Fadli justru menyebut teknologi AI adalah alat yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dunia seni dan budaya.

“Harus kita beradaptasi dan kita gunakan semaksimal mungkin untuk kemajuan dunia seni budaya kita, dunia kreatif kita, termasuk untuk film, untuk musik, untuk macam-macam,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seniman tidak perlu resah karena tetap ada hal-hal yang tak akan bisa tergantikan oleh kecanggihan teknologi, terutama soal ekspresi dan perasaan. “Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan oleh AI. Misalnya dalam seni budaya itu, dalam ekspresi seni, ekspresi budaya, yang paling penting juga feeling,” kata Fadli.

“Itu saya kira belum tersentuh oleh AI,” tegasnya.

Baca Juga: 10 Pekerjaan Ini Bisa Digantikan Artificial Intelligence di Masa Depan

Senada dengan Fadli, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang juga seorang musisi menyatakan bahwa karya AI masih belum bisa menandingi ciptaan manusia. “Lagu ciptaan AI sih masih belum bisa ngalahin lagu ciptaan manusia,” ujarnya.

Giring pun setuju bahwa aspek terpenting dalam sebuah karya seni adalah rasa atau feeling. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa diciptakan oleh kecanggihan teknologi.

“Benar tadi kata Pak Menteri, tidak ada rasa,” kata Giring.

Ia juga menyoroti hasil lukisan AI yang menurutnya masih kalah jauh dibanding karya para seniman. “Maestro-maestro di Indonesia juga jauh lebih memiliki rasa lukisannya, juga jauh lebih indah lukisan-lukisannya daripada lukisan AI,” pungkasnya.

Giring menilai teknologi AI ini bisa dimanfaatkan sebagai referensi, tapi bukan pengganti akhir dalam ekspresi budaya.

“Tapi untuk hasil akhir, saya lebih tetap memegang ekspresi budaya karya manusia,” tegas Giring.

Baca Juga: Pemimpin G20 Sepakati Perlunya Regulasi Artificial Intelligence
Bagikan:
senimanartificial intelligencefadli zonmenteri kebudayaangiring ganesha
Loading...
ADS

Update News

Trending