Banjir di Bontang, 1.700 Warga Mengungsi, Kemensos Beri Bantuan

Kemensos bersama Pemerintah Kota Bontang telah mendistribusikan bantuan permakanan ke lokasi terdampak banjir. Dok: Kemensos
FAKTA.COM, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Bontang, Kalimantan Timur. Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kota tersebut sejak Sabtu (5/4/2025), sehingga menyebabkan Sungai Bontang meluap.
Dilansir dari laman Kementerian Sosial, (8/4/2025), Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kota Bontang serta relawan Tagana telah mendistribusikan bantuan permakanan ke lokasi terdampak.
Bantuan ini berupa paket sembako yang mencakup beras, mie instan, kornet, gula, susu, minyak goreng, hingga biskuit untuk balita. Selain itu, juga disiapkan susu khusus bagi ibu hamil dan pampers untuk bayi.
“Pemkot Bontang bersama Tagana sudah menyalurkan bantuan makanan pokok untuk warga terdampak banjir di tiap-tiap lokasi,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/4/2025).
Tidak hanya mendistribusikan bantuan, Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga melakukan evakuasi warga yang terdampak serta melakukan pendataan korban banjir. Ini dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para penyintas.
Banjir yang melanda Bontang ini menggenangi enam kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Bontang Selatan, banjir merendam Kelurahan Satimpo dan Kelurahan Berbas Tengah.
Sementara di Kecamatan Bontang Utara, genangan air meliputi Kelurahan Guntung dan Kelurahan Guntung Elai. Adapun di Kecamatan Bontang Barat, banjir juga merendam Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Gunung Telihan.
Tercatat, sekitar 1.700 warga terdampak banjir, dengan lebih dari 500 rumah terendam air setinggi 30 hingga 100 sentimeter. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Kabar baiknya, kondisi banjir di Bontang perlahan mulai surut. Warga pun mulai membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari sisa-sisa banjir. Pemerintah daerah bersama Kemensos dan relawan masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi benar-benar aman.(Wafiq Azizah)













