Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. 1 Syawal 1446 H Diperkirakan J...

1 Syawal 1446 H Diperkirakan Jatuh 31 Maret 2025?

Ilustrasi pemantauan hilal. (foto: Antara)

Ilustrasi pemantauan hilal. (foto: Antara)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Sidang Isbat penentuan tanggal 1 Syawal 1446 H akan digelar pada Sabtu (29/3/2025). Sejumlah pihak memperkirakan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin (31/3/2025).

Menurut penelusuran Fakta.com dari berbagai sumber, Kamis (27/3/2025), Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal Idulfitri 2025 dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penentuan ini dilakukan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi yang menentukan awal bulan Hijriah tanpa harus menunggu pengamatan hilal.

Prediksi BRIN

Baca Juga: Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Penentuan Idulfitri pada 29 Maret 2025

Kemudian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kompak memperkirakan 1 Syawal 1446 H akan jatuh pada 31 Maret 2025. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, berkata posisi bulan saat matahari terbenam pada 29 Maret 2025 masih berada di bawah ufuk.

Kondisi ini membuat hilal tidak terlihat, sehingga 1 Syawal 1446 H tidak bisa ditetapkan pada 30 Maret 2025, dikutip dari Youtube BRIN.

Penentuan ini mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Menurut BMKG

Lalu, BMKG juga menguatkan prediksi ini dengan perhitungan astronomisnya. Dikutip dari laman BMKG, konjungsi atau ijtimak akan terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57 WIB.

Di seluruh wilayah Indonesia, matahari akan terbenam sebelum hilal dapat diamati. Pada saat matahari terbenam di hari tersebut, ketinggian hilal masih berada di kisaran -3,29 derajat hingga -1,07 derajat, yang berarti hilal tidak akan tampak.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 2025 Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025

Sementara itu, pada 30 Maret 2025, posisi bulan diperkirakan sudah memenuhi syarat visibilitas dengan ketinggian antara 7,96 derajat hingga 11,48 derajat dan elongasi yang lebih besar. Dengan demikian, Idulfitri 1446 H diprediksi jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Bagaimana dengan Kementerian Agama?

Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan Lebaran 2025 akan berlangsung. Penentuan 1 Syawal 1446 H masih menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang dijadwalkan pada 29 Maret 2025.

Menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, metode yang digunakan dalam penentuan Idulfitri 2025 meliputi hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi dari pemerintah sebelum menentukan waktu perayaan Idulfitri.

(Penulis: Wafiq Azizah)

Bagikan:
kementerian agamakemenagsidang isbatsidang isbat 1 Syawal
ADS

Update News

Trending