Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Menpar: Potensi Perputaran Uan...

Menpar: Potensi Perputaran Uang Selama Lebaran 2025 Capai Rp375 T

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Perputaran uang selama periode libur Idulfitri 2025 diperkirakan mencapai Rp375,2 trilliun. Hal ini dikatakan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, Jumat (21/3/2025), ini merujuk kepada data proyeksi pergerakan wisatawan nusantara pada Lebaran 2025 oleh Kementerian Perhubungan. Menurut data, diperkirakan jumlah wisatawan nusantara mencapai 146 juta perjalanan. Kemudian, diperkirakan rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara per perjalanan mencapai Rp2,57 juta.

Widiyanti berkapa pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk mendorong perjalanan wisatawan yang aman, tenang, dan menyenangkan selama periode Lebaran 2025.

Baca Juga: Soal Wisata Puncak Disegel, Menpar Ingatkan Pengelola untuk Taat Aturan

Salah satu kebijakan utama adalah penurunan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13%-14%. Pemesanan tiket dengan harga diskon ini sudah bisa dilakukan sejak 1 Maret 2025 untuk perjalanan pada 24 Maret-7 April 2025.

Widiyanti berharap penurunan harga tiket pesawat bisa memberikan kesempatan sekaligus mempermudah masyarakat untuk merencanakan mudik atau berwisata di Indonesia dengan biaya yang lebih terjangkau.

"Dua kampanye yang telah kami luncurkan, yaitu Kampanye #MudikYuk dan #LebaranDiJakartaAja," kata dia di Jakarta.

Widiyanti berkata bahwa Kampanye #MudikYuk dirancang untuk mendorong masyarakat dalam mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di sepanjang jalur mudik, atau di sekitar kampung halaman mereka. Sementara itu, kampanye #LebaranDijakartaAja, mengajak masyarakat yang tinggal di luar Jakarta untuk berwisata di ibukota.

Baca Juga: Kemenpar Sebut Pariwisata Nasional Tumbuh Signifikan

Tidak hanya itu, ada sejumlah acara di penjuru Indonesia pun digelar untuk memperkuat daya tarik wisata. Misalnya, Aceh Ramadan Festival, sementara di Kalimantan ada Festival Rakik-Rakik yang termasuk dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Widiyanti melanjutkan pihaknya juga telah menerbitkan surat imbauan kepada pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha untuk memberikan layanan optimal untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

“Melalui surat ini, saya mengimbau kepada pemda, asosiasi, dan pelaku usaha untuk memberikan pelayanan prima serta memastikan keselamatan dan keamanan wisatawan,” kata dia.

“Surat ini juga makin diperkuat dengan adanya Surat Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, yang isinya memberikan imbauan untuk melaksanakan penilaian risiko, dan penyiapan tempat istirahat bagi pengemudi sarana transportasi,” tambah Widiyanti.

(Penulis: Kiki Annisa)

Bagikan:
KemenparKementerian Pariwisatamenteri pariwisata widiyanti putri wardhanalibur lebaranidulfitri 2025
ADS

Update News

Trending