Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. humaniora
  3. Waspada Risiko Kesehatan dari ...

Waspada Risiko Kesehatan dari Lontong yang Dibungkus Plastik

Ilustrasi lontong yang dibungkus plastik. (foto: portal.merauke.go.id)

Ilustrasi lontong yang dibungkus plastik. (foto: portal.merauke.go.id)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Biasanya pembuatan lontong dan ketupat menggunakan daun pembungkus. Seiring perkembangan zaman, plastik pun dilirik karena lebih praktis.

Tapi, tahukah kamu bahwa ada bahaya tersembunyi dari lontong yang dibungkus plastik?

Dikutip dari Antara, Kamis (20/3/2025), ahli gizi masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, mengungkapkan bahwa penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Mikroplastik di Kemasan Makanan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Tan menjelaskan, saat plastik terkena panas tinggi selama pengukusan, bahan kimia di dalamnya dapat larut dan masuk ke dalam makanan. Zat kimia ini berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan hormon, masalah kesuburan, hingga peningkatan risiko kanker.

“Plastik yang terpapar suhu tinggi bisa melepaskan zat berbahaya yang kemudian terserap oleh makanan. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius,” kata dia.

Secara tradisional, lontong dibungkus dengan daun pisang dan ketupat dengan daun kelapa muda (janur). Selain lebih aman, lanjut Tan, penggunaan bahan alami itu juga memberikan aroma khas yang membuat hidangan lebih lezat.

Baca Juga: Bahaya Mikroplastik dalam Jajanan Anak-anak

Bagi yang ingin menyimpan lontong untuk dikonsumsi keesokan harinya, disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas dan mengukus ulang sebelum disajikan. Dengan cara ini, lontong tetap segar dan aman dikonsumsi tanpa kehilangan teksturnya.

Tan mengingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi secara lontong dan ketupat secara berlebihan saat Lebaran.

Porsi yang disarankan adalah satu buah ketupat atau lontong, yang setara dengan 150 gram nasi. Mengontrol porsi makanan sangat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh.

(Penulis: Wafiq Azizah)

Bagikan:
hidangan lebaranlontongketupatKemasan plastikidulfitri 2025kesehatan
ADS

Trending

Update News